Taksi Listrik VinFast Tertabrak KRL di Bekasi pada 27 April

Taksi Listrik VinFast Tertabrak KRL di Bekasi pada 27 April
Foto: Ilustrasi Taksi Listrik VinFast Tertabrak KRL di Bekasi pada 27 April.

Satu unit taksi listrik VinFast milik perusahaan Green SM tertabrak KRL Commuter Line di perlintasan Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, setelah mengalami mati mesin di tengah rel. Insiden ini memicu gelombang kritik dari netizen yang meragukan standar keamanan armada tersebut setelah rekaman kejadiannya viral di media sosial.

Dilansir dari Suara, tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL CL KPB-CKR tersebut mengakibatkan dampak fatal. Tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan tragis di wilayah Bekasi tersebut.

Kecelakaan ini bermula ketika mobil VinFast VF e34 milik Green SM tiba-tiba mogok saat melintasi rel kereta api. Kendaraan tersebut kemudian dihantam oleh rangkaian KRL hingga terseret sejauh kurang lebih 100 meter dari titik awal benturan.

Manajemen perusahaan penyedia layanan transportasi tersebut memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan armada mereka. Perusahaan menekankan komitmen terhadap aspek keselamatan operasional dalam menjalankan layanannya.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," bunyi pernyataan dari Green SM.

Selain kecelakaan di Bekasi, netizen melalui akun X @persiwel dan @fidelsih juga menyoroti rentetan insiden lain yang melibatkan armada serupa. Berbagai rekaman menunjukkan mobil tersebut pernah terlibat kecelakaan tunggal, terperosok ke selokan, hingga menabrak pembatas jalan di berbagai wilayah Jakarta dan Tangerang.

Pengguna media sosial mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap citra merek yang terus diasosiasikan dengan kecelakaan di jalan raya. Hal ini dinilai dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan taksi listrik tersebut.

"Dari taksi yang nyangkut di rel sampai ketabrak kereta, hingga mobil yang 'berenang' di selokan atau got. Secara Top of Mind, ini sebenarnya berisiko. Kalau brand terus-terusan diasosiasikan dengan kecelakaan atau driver yang 'kurang lihai', Brand Trust-nya bisa hancur," tulis @fidelsih melalui postingan media sosialnya.

Data kompilasi video menunjukkan bahwa pada 9 Januari 2026, armada ini juga pernah mengalami insiden mundur tanpa kendali di Karang Tengah, Tangerang. Mobil tersebut meluncur menabrak tiang lampu dan kaca restoran setelah pengemudi turun dari kendaraan untuk melakukan pengecekan.

Kumpulan insiden lainnya mencakup kejadian pada 14 Januari 2025 di Kebon Jeruk saat armada menabrak separator TransJakarta. Selain itu, terdapat catatan kecelakaan di kawasan Halim Perdanakusuma, Citra Garden City, hingga peristiwa di Jagakarsa pada 3 April 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi