Aktor laga ikonik Sylvester Stallone membagikan memori lama yang menggelitik sekaligus menegangkan bersama penulis naskah legendaris Hollywood, Paddy Chayefsky. Peristiwa tersebut terjadi di belakang panggung Academy Awards atau Oscar pada tahun 1977 silam.
Dilansir dari Detikcom, Sylvester Stallone yang kini menginjak usia 79 tahun mengaku nyaris dijatuhkan mentalnya oleh keangkuhan seniornya tersebut yang dinilai sangat jujur.
Malam penghargaan Oscar 1977 sebenarnya menjadi momen penuh harapan bagi Sylvester Stallone yang kala itu berstatus sebagai aktor pendatang baru. Film Rocky yang dibintanginya sukses menembus 10 nominasi, termasuk untuk kategori Aktor Terbaik dan Naskah Asli Terbaik.
Pada saat yang sama, Paddy Chayefsky juga hadir sebagai nominator lewat film satir berjudul Network. Paddy Chayefsky akhirnya keluar sebagai pemenang piala Naskah Asli Terbaik dan mengalahkan Sylvester Stallone.
Ketegangan mulai terjadi saat keduanya tidak sengaja berpapasan di lokasi acara. Paddy Chayefsky yang dikenal memiliki kepribadian kaku, serius, dan tanpa basa-basi langsung mendatangi Sylvester Stallone secara spontan.
"Kamu itu masih baru di kota ini," kenang Stallone.
"Pertama-tama, naskah filmmu itu gak bakal pernah menang." kata Chayefsky.
"Kenapa kamu ngomong begitu?" tanya Stallone.
"Karena saya adalah Presiden dari The Writers Guild, dan naskah sayalah yang akan menang." ujar Chayefsky.
Intimidasi verbal dari sang penulis naskah senior tidak berhenti sampai di situ saja karena ia terus berupaya meruntuhkan kepercayaan diri Sylvester Stallone.
"Kamu juga enggak bakal memenangkan Best Picture (Film Terbaik), karena Network yang akan memenangkan Best Picture." tambah Chayefsky.
"Astaga, gila banget! Saya belum pernah dihantam dengan kekuatan verbal yang se-blunt (blak-blakan) itu sebelumnya. Setelah ngomong begitu, dia langsung jalan melenggang pergi begitu saja," kata Stallone.
Bagi Sylvester Stallone, interaksi tersebut menjadi salah satu tamparan realitas terbesar yang ia rasakan pada awal kariernya di industri perfilman Hollywood.
Meski demikian, prediksi yang dilontarkan oleh Paddy Chayefsky malam itu terbukti hanya benar sebagian saja.
"Dia memang mendapatkan piala Best Screenplay (Naskah Terbaik), tapi pada akhirnya, kami (Rocky) yang berhasil membawa pulang piala besarnya (Best Picture)," ujar Stallone.
Film Rocky berhasil menciptakan kejutan besar dengan memenangkan kategori paling bergengsi, yaitu Best Picture, mengalahkan film Network milik Paddy Chayefsky.
Kini setelah puluhan tahun berlalu, Sylvester Stallone melihat persaingan ego masa lalu itu sebagai sebuah cerita komedi nostalgia yang sangat berharga.