PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) secara resmi menetapkan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Selasa (28/4/2026).
Keputusan strategis ini diambil sebagai bagian dari perubahan susunan pengurus perseroan guna memperkuat tata kelola dan keberlanjutan usaha. Namun, pengangkatan Susi tersebut baru akan berlaku efektif setelah dinyatakan lolos penilaian kemampuan dan kepatuhan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali menjelaskan bahwa penunjukan figur dalam jajaran direksi dan komisaris didasarkan pada aspek integritas. Hal ini dilansir dari Money yang mengutip keterangan resmi perseroan terkait penyegaran struktur pimpinan tersebut.
"Saya merekomendasikan orang-orang dalam Bank BJB yang menurut saya memiliki integritas," ujar Dedi, Gubernur Jawa Barat.
Dedi menilai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memberikan arahan strategis. Kehadiran Susi diharapkan mampu memberikan nasihat berharga dalam proses pengambilan keputusan penting bagi bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia tersebut.
Susi Pudjiastuti memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha sukses yang merintis karier dari pengepul ikan di Pangandaran pada 1983. Ia kemudian mengembangkan sayap ke sektor penerbangan melalui Susi Air dan dikenal publik secara luas berkat ketegasannya saat menjabat di kabinet pemerintahan periode 2014-2019.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen senilai Rp 900 miliar atau setara Rp 85,54 per saham. Bank BJB melaporkan pertumbuhan total aset mencapai Rp 221,3 triliun pada tahun buku 2025 seiring dengan rencana transformasi menjadi induk konglomerasi keuangan.
Selain menetapkan Susi Pudjiastuti, susunan Dewan Komisaris kini diisi oleh Novian Herodwijanto dan Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen. Posisi komisaris lainnya dijabat oleh Rudie Kusmayadi, Herman Suryatman, dan Tomsi Tohir, sementara jabatan Direktur Utama kini dipegang oleh Ayi Subarna.