Suporter AC Milan Desak CEO Mundur dan Minta Paolo Maldini Kembali

Suporter AC Milan Desak CEO Mundur dan Minta Paolo Maldini Kembali
Foto: Ilustrasi Suporter AC Milan Desak CEO Mundur dan Minta Paolo Maldini Kembali.

Gelombang protes suporter AC Milan mewarnai kekalahan tipis tim atas Atalanta dengan skor 2-3 di Stadion San Siro pada Minggu (10/5/2026). Para pendukung menyuarakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan manajemen klub serta menuntut kembalinya sang legenda, Paolo Maldini.

Kekecewaan publik San Siro memuncak setelah performa skuat asuhan Massimiliano Allegri terus menurun dengan hanya mengemas dua kemenangan dari delapan pertandingan terakhir. Dilansir dari Bola, hasil minor ini membuat posisi Rossoneri di empat besar klasemen Liga Italia terancam oleh kejaran AS Roma dan Como 1907.

Aksi protes dilakukan melalui koreografi cahaya ponsel yang membentuk pesan penolakan terhadap CEO klub saat ini. Tekanan tersebut semakin nyata melalui petisi daring yang menuntut pencopotan jabatan pimpinan eksekutif tersebut, yang hingga kini telah didukung oleh lebih dari 50.000 tanda tangan.

Situasi memanas ketika petugas keamanan stadion berupaya menertibkan pendukung yang memamerkan jersei Paolo Maldini di tribun. Jurnalis Italia, Tancredi Palmeri, melaporkan insiden pengusiran suporter yang melakukan aksi simbolis tersebut melalui media sosial pribadinya.

"Benar-benar terasa tidak masuk akal di AC Milan ketika menunjukkan jersey Paolo Maldini dilarang oleh petugas keamanan!" tulis Tancredi Palmeri, Jurnalis.

Palmeri menyoroti kontradiksi yang terjadi di stadion saat tim tertinggal dua gol dan suporter justru mendapatkan perlakuan represif karena merindukan sosok mantan direktur teknik mereka.

"Tim sedang kalah 0-2 dari Atalanta, para suporter ingin pemilik klub pergi, sambil meneriakkan nama Maldini yang sebelumnya disingkirkan dari posisinya sebagai direktur umum." lanjut Tancredi Palmeri, Jurnalis.

Laporan tersebut mengonfirmasi bahwa tindakan petugas keamanan menyasar para pendukung yang berada di area depan tribun VIP.

"Dua suporter menunjukkan jersey Maldini di jalur depan area VIP, lalu petugas keamanan segera mengusir mereka," tulis Tancredi Palmeri, Jurnalis.

Mantan pemain dan pelatih Milan, Leonardo Araujo, turut memberikan pandangannya mengenai hilangnya figur krusial seperti Maldini dari struktur manajemen. Ia menyoroti ketergantungan klub pada sistem data dalam pengambilan keputusan teknis.

ÔÇ£Perannya sudah berubah, banyak tim tidak lagi memiliki direktur olahraga yang pendapatnya memiliki bobot. Itu adalah figur yang melakukan hal-hal tertentu, tetapi kemudian ada algoritma, yang sangat berpengaruh," ucap Leonardo Araujo, Mantan Pemain Milan.

Leonardo menegaskan bahwa meskipun ia tidak menentang teknologi, algoritma seharusnya hanya menjadi alat pendukung, bukan penentu utama kebijakan klub.

"Saya tidak punya apa pun yang menentangnya, tetapi saya selalu berpikir bahwa algoritma seharusnya menjadi dukungan bagi keputusan, bukan menjadi keputusan itu sendiri." kata Leonardo Araujo, Mantan Pemain Milan.

Ia menambahkan bahwa kehadiran sosok dengan pemahaman mendalam tentang identitas klub sangat sulit digantikan oleh perhitungan matematis mana pun.

"Hal ini sangat penting. Jika Anda memiliki Paolo Maldini di Milan, saya tidak tahu algoritma apa yang bisa memberi tahu saya bahwa lebih baik tidak memilikinya, saya tidak tahu bagaimana mengatakannya," kata Leonardo Araujo, Mantan Pemain Milan.

Kekosongan posisi yang ditinggalkan Maldini sejak Juni 2023 dianggap memberikan dampak negatif bagi keharmonisan dan kekuatan mental tim secara keseluruhan.

ÔÇ£Bukan bagi saya, itu menyakitkan bagi semua orang. Dia adalah figur yang harus berada di dunia sepak bola dan saya mengatakan ini bukan karena saya berpihak." tutur Leonardo Araujo, Mantan Pemain Milan.

Leonardo menilai pengalaman panjang Maldini selama puluhan tahun di Milan memberikan kapasitas kepemimpinan yang unik dan lengkap di level tertinggi.

"Saya pikir figur yang begitu lengkap, karena dia menjadi direktur dengan sukses di level tertinggi dalam tim tempat dia menghabiskan 30 tahun hidupnya. Tidak ada figur lain yang seperti itu,ÔÇØ ucap Leonardo Araujo, Mantan Pemain Milan.

Senada dengan Leonardo, Alessandro Costacurta juga memberikan pembelaan terhadap mantan rekan setimnya tersebut. Ia menilai bahwa keputusan memberhentikan Maldini dari jajaran direksi adalah sebuah kekeliruan yang nyata.

ÔÇ£Bahkan mereka yang tidak mengenalnya tahu bahwa melepas Maldini adalah sebuah kesalahan." ujar Alessandro Costacurta, Mantan Bek Milan.

Costacurta menekankan pentingnya peran Maldini dalam membangun atmosfer positif di ruang ganti pemain yang selama ini menjadi fondasi keberhasilan tim.

"Sudah jelas di depan mata bahwa banyak pilihan yang salah telah dibuat. Paolo sangat baik pada tahun-tahun itu dalam menciptakan lingkungan tertentu, dan saya yakin dia melakukannya, karena saya tahu betapa pentingnya bagi dia menciptakan dasar bagi ruang ganti yang memberikan energi, hal-hal positif, dan keberanian,ÔÇØ ujar Alessandro Costacurta, Mantan Bek Milan.

Artikel terkait

Rekomendasi