Aturan yang mewajibkan penggunaan pemain berusia di bawah 23 tahun (U23) dalam kompetisi Super League musim 2026-2027 dipastikan akan dihapus. Kebijakan penghapusan aturan pembinaan ini dilansir dari Bola berdasarkan penjelasan manajemen pengelola kompetisi.
Kewajiban klub untuk memasang pilar muda U23 sebagai starter minimal selama 45 menit pertandingan tidak lagi berlaku pada musim depan. Langkah ini diambil setelah melalui proses diskusi serta dengar pendapat bersama pihak-pihak kompeten dan PSSI sejak bulan lalu.
Detail resmi mengenai keputusan regulasi kompetisi domestik terbaru ini akan segera dicantumkan secara lengkap setelah dokumen resmi negara diterbitkan oleh pihak berwenang.
"Sudah disampaikan kan, saya pikir hal yang sudah kita share bersama PSSI bulan lalu, regulasi untuk musim yang akan datang tidak ada perubahan," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League di Bekasi.
Pihak penyelenggara kompetisi memastikan bahwa mayoritas aturan kompetisi tidak mengalami perombakan besar untuk periode mendatang. Perubahan signifikan hanya menyasar pada slot durasi bermain bagi personil muda di awal laga.
"Hanya ada perubahan di regulasi U23 yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line up di 45 menit," tambahnya.
Merespons perubahan regulasi ini, Pelatih Timnas U19 Indonesia memberikan pandangannya mengenai ekosistem kompetisi profesional yang kini berjalan. Sektor sepak bola kasta tertinggi dinilai sudah bergerak ke arah komersial yang mandiri.
"Kalau kita bicara Liga 1 pastinya itu menjadi sebuah industri ya," ujar Nova Arianto pada Selasa (19/5/2026) di Yogyakarta Independent School.
Mantan pemain nasional ini menambahkan bahwa pengelolaan kompetisi masa depan menuntut kesiapan seluruh elemen untuk bersikap sesuai dengan perkembangan iklim sepak bola modern.
"Industri ke depannya bagaimana industri kan kita bicara secara profesional ya," lanjutnya.
Meskipun proteksi regulasi menit bermain bagi pilar muda kini ditiadakan, ruang untuk unjuk gigi dinilai tetap terbuka lebar bagi mereka yang berkualitas. Juru taktik ini menginginkan talenta muda tidak patah arang dan sanggup bersaing ketat.
"Kalau masalah regulasi pastinya saya berharap pemain-pemain muda kita bisa bersaing dengan baik. Sekali lagi semuanya kesempatannya pasti ada ya," ungkap Nova.
Sebagai solusi alternatif pemenuhan menit bertanding, muncul usulan mengenai pembentukan wadah kompetisi khusus yang diperuntukkan bagi kelompok usia muda. Langkah ini didukung bukti keberhasilan beberapa nama seperti Nazriel Alfaro di Persib Bandung dan Evandra Florasta di Bhayangkara FC yang mampu menembus skuad utama.