Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memaparkan visi strategi dan komitmen panjangnya untuk membawa skuad Selecao meraih kejayaan pada turnamen Piala Dunia 2026 mendatang. Dilansir dari Bola, pernyataan ini muncul di tengah spekulasi masa depannya setelah Brasil mengalami kekalahan 0-1 dari Bolivia pada Rabu (10/9/2025).
Ancelotti menegaskan bahwa kecintaannya terhadap sepak bola tetap besar meski telah memasuki musim ke-30 dalam karier manajerialnya. Ia menyatakan bahwa profesinya saat ini merupakan sebuah kesenangan yang setara dengan hobinya menonton film.
ÔÇ£I donÔÇÖt cannot live without football. If I were no longer on the pitch, I would be there as a fan watching the games.ÔÇØ kata Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Pelatih berkebangsaan Italia tersebut menambahkan bahwa aktivitas menonton pertandingan baginya bukanlah sebuah beban pekerjaan melainkan sebuah hobi yang menyenangkan. Ia berencana akan tetap menjadi penikmat sepak bola meskipun nantinya sudah tidak lagi aktif melatih di pinggir lapangan.
ÔÇ£For me, watching games on TV is not work. It is a pleasure. I really like movies. For me, football is like the pleasure of watching a movie. It feels the same." ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti kemudian menjelaskan filosofi kepemimpinannya yang sering dinilai hanya mengandalkan hubungan emosional dengan para pemain. Ia menepis anggapan tersebut dengan menekankan pentingnya manajemen taktis yang mendalam di samping aspek kemanusiaan.
ÔÇ£Someday, when I stop working in football, I will still watch it in the same way, without any problem,ÔÇØ lanjut Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Membangun relasi pribadi yang kuat dianggapnya sebagai fondasi penting untuk memaksimalkan potensi setiap individu di dalam tim. Namun, Ancelotti menegaskan bahwa keberhasilannya meraih berbagai trofi juara merupakan hasil dari pemahaman aspek permainan secara menyeluruh.
ÔÇ£I really don't know. Maybe it's my attitude, the way I behave towards the players, the respect I express to them as human beings." ucap Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Arsitek tim kelahiran Reggiolo ini mengakui bahwa tugas mengelola tim nasional sangat kompleks karena melibatkan banyak pihak, mulai dari media hingga penggemar. Baginya, tantangan tersulit sekaligus terpenting dalam pekerjaan manajer adalah menjaga hubungan antarmanusia.
ÔÇ£I really value building those personal relationships," tegas Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ia juga menyoroti perubahan tren sepak bola global yang kini menjadi jauh lebih intens dan mengandalkan fisik dibandingkan dekade sebelumnya. Ancelotti berusaha beradaptasi dengan pergeseran ini, di mana pelatih generasi baru cenderung lebih fokus pada strategi penyerangan.
ÔÇ£The job of a manager is very difficult because you have to manage so many things," ungkap Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Meski mengedepankan taktik modern, Ancelotti mengaku sangat mengagumi identitas dan kultur sepak bola di Brasil. Ia melihat adanya kecintaan luar biasa dari rakyat setempat terhadap seragam kuning tim nasional yang menurutnya sulit ditemukan di negara-negara Eropa.
"There's the relationship with the players, with the club, with the press, with the fans. There are so many aspects of this job that you have to manage." kata Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Selain faktor budaya, sang pelatih mengungkapkan bahwa prinsip religius yang ia anut sebagai seorang Katolik turut membentuk caranya berperilaku dan menghormati orang lain dalam lingkungan kerja. Hal ini dianggapnya sebagai elemen penting dalam menjadi pribadi yang baik di dunia olahraga.
"The most challenging of all is the relationship with people ÔÇô and it is also the most important.ÔÇØ jelas Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti juga meluruskan persepsi publik mengenai alasan kesuksesannya meraih gelar selama ini. Ia menyatakan bahwa hubungan baik dengan pemain hanyalah salah satu komponen pendukung dalam eksekusi strategi di lapangan.
"I didn't win titles just because of my relationship with the players,ÔÇØ jelas Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Pelatih berpengalaman ini menegaskan bahwa dirinya memahami seluruh aspek teknis permainan tanpa mempedulikan penilaian orang lain mengenai kemampuannya sebagai ahli taktik. Fokus utamanya tetap pada adaptasi terhadap perkembangan permainan yang kian analitis.
ÔÇ£The relationship I have with the players helps a lot because it allows me to maximize the players' potential. Sometimes even more than the maximum. But that's only one part of the game." lanjut Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti menutup penjelasannya dengan mengamati bagaimana fokus taktik bertahan mulai berkurang dalam sepuluh tahun terakhir. Ia mencermati bahwa dinamika sepak bola saat ini menuntut setiap pelatih untuk terus menyesuaikan diri dengan intensitas permainan yang tinggi.
"For me it's not important whether people say I'm a good tactician or not. All I can say is that I understand all aspects of the game very well.ÔÇØ ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
ÔÇ£Football is constantly changing. I try to adapt to what is happening. Football today is more analytical, much more intense, more physical." kata Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
ÔÇ£Some tactics, especially defensive tactics, are not as important as they were 10 years ago. A new generation of coaches is focusing more on attacking play than defending,ÔÇØ ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
ÔÇ£I really love the spirit of Brazil. Brazilians have a special love for the yellow jersey. This special love for the national team is a characteristic of Brazil. In other countries, the national team is not as important as in Brazil.ÔÇØ ungkap Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
ÔÇ£Brazil has preserved its own culture. It is a country that knows how to value the importance of family and religion. These things have been lost in Europe. In sports, Europeans do not have the same love for the national team jersey." terang Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
ÔÇ£I really admire the joy of the Brazilian people, the energy the country has, and the beauty of Rio de Janeiro. This is very clear, especially during carnival. I really love Brazil.ÔÇØ tambah Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
ÔÇ£Religion has taught me good things like how to behave in life, how to respect others. I am a Catholic and religion is very important to me and has taught me to be a good person in the world.ÔÇØ tutup Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.