Pebalap andalan Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapi balapan Moto3 Italia 2026. Meskipun harus memulai perlombaan dari posisi ke-13, talenta muda asal Indonesia ini tetap merasa optimistis bisa meraih hasil maksimal.
Veda akan memulai perjuangannya di Sirkuit Mugello pada hari Minggu (31/5/2026) dari baris keempat. Posisi start ini didapat setelah ia melewati sesi kualifikasi yang berlangsung sangat sengit pada hari Sabtu.
Rider berstatus rookie dari Gunungkidul tersebut langsung bersaing di sesi kualifikasi kedua (Q2). Walaupun sempat kesulitan menemukan ritme kecepatan terbaik di awal sesi, ia tetap mampu memberikan perlawanan yang kompetitif.
Tantangan dan Persaingan di Kualifikasi Mugello
Persaingan di grid Moto3 musim ini memang sangat ketat, di mana jarak antar pebalap sangatlah tipis. Veda Ega sendiri hanya tertinggal beberapa persepuluh detik dari Scott Ogden yang berada di posisi lebih depan.
Kondisi ini memaksa pebalap berusia 17 tahun tersebut harus puas mengawali balapan dari urutan ke-13. Menanggapi hasil kualifikasi tersebut, Veda secara jujur mengakui adanya sedikit rasa kecewa terhadap performanya.
Berdasarkan rilis resmi tim, berikut adalah poin utama pernyataan Veda Ega Pratama:
- Veda memiliki target awal untuk bisa menembus start di baris pertama atau kedua agar lebih mudah bersaing di barisan depan.
- Ia menyadari bahwa karakter balapan Moto3 sering kali menciptakan persaingan dalam kelompok besar (group race) yang penuh peluang.
- Memulai balapan dari P13 dianggap bukan akhir dari segalanya, mengingat peluang menyalip di Mugello sangat terbuka lebar.
- Veda tetap fokus untuk memperbaiki posisi sejak awal lap demi mengejar podium seperti di seri-seri sebelumnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Veda tidak kehilangan motivasi meski tidak mendapatkan posisi start ideal. Ia meyakini bahwa strategi balapan yang tepat bisa membawanya ke barisan depan.
Persaingan dengan Rival dan Harapan Balapan
Ketatan persaingan di Mugello juga dirasakan oleh para pebalap unggulan lainnya di kelas Moto3. Salah satunya adalah Maximo Quiles, pemimpin klasemen sekaligus anak didik Marc Marquez, yang juga menemui kesulitan.
Quiles justru harus memulai balapan dari posisi ke-14, tepat satu baris di belakang Veda Ega Pratama. Fakta bahwa pemimpin klasemen berada di belakangnya memberikan suntikan semangat tersendiri bagi wakil Indonesia tersebut.
Veda memiliki rekam jejak yang cukup impresif dalam melakukan aksi salip-menyalip selama balapan berlangsung. Pada seri Moto3 Catalunya sebelumnya, ia mampu melakukan kebangkitan luar biasa setelah memulai balapan dari urutan ke-20.
Berikut adalah ringkasan posisi start di Moto3 Italia 2026 sebagai gambaran persaingan:
| Pebalap | Tim | Posisi Start |
|---|---|---|
| Scott Ogden | MLav Racing | Baris Depan (P1-P12) |
| Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | P13 (Baris 4) |
| Maximo Quiles | Red Bull KTM Ajo | P14 (Baris 5) |
Data di atas memperlihatkan betapa tipisnya jarak antar pebalap di kasta Moto3. Dengan pengalaman meraih podium ketiga di Moto3 Brasil beberapa waktu lalu, Veda diharapkan mampu mengulang kesuksesan serupa di tanah Italia.
Dukungan penuh dari manajemen tim dan para penggemar di tanah air menjadi modal penting bagi Veda. Penggemar balap motor Indonesia menantikan aksi heroik sang pebalap muda untuk mengibarkan bendera Merah Putih di podium Mugello.