Soundtrack The Devil Wears Prada 2 Hadirkan 13 Lagu Musisi Perempuan

Soundtrack The Devil Wears Prada 2 Hadirkan 13 Lagu Musisi Perempuan
Foto: Ilustrasi Soundtrack The Devil Wears Prada 2 Hadirkan 13 Lagu Musisi Perempuan.

Sekuel film ikonik The Devil Wears Prada hadir dengan pendekatan musikal yang lebih matang melalui album soundtrack berisi 13 lagu pilihan. Dilansir dari Popbela, album ini secara khusus dikurasi untuk menonjolkan musisi perempuan yang mampu menggambarkan kemewahan sekaligus tekanan emosional dalam industri mode.

Musik dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, melainkan menjadi instrumen penting untuk membangun dinamika karakter. Lady Gaga menjadi kontributor utama dengan menyumbangkan tiga lagu yang mengeksplorasi tema ambisi dan ekspektasi publik di dunia runway.

Lagu berjudul ÔÇ£Shape of a WomanÔÇØ yang dibawakan Lady Gaga menjadi manifesto pembuka tentang bagaimana citra perempuan sering kali dibentuk oleh standar luar. Dalam narasi film, balada dramatis ini merefleksikan upaya karakter dalam menyeimbangkan autentisitas diri dengan tuntutan industri.

Energi utama film terasa pada track ÔÇ£RunwayÔÇØ yang merupakan hasil kolaborasi Lady Gaga dengan Doechii. Lagu dengan sentuhan house-pop ini menciptakan atmosfer kompetisi yang cepat dan modern, serupa dengan tekanan tinggi saat berjalan di atas panggung peragaan busana.

Kontribusi ketiga dari Lady Gaga adalah ÔÇ£Glamorous LifeÔÇØ yang menampilkan sisi lain dari kemewahan. Meskipun terdengar ringan, lagu ini menyimpan lapisan emosi mengenai rasa kesepian dan kelelahan yang kerap tersembunyi di balik gaya hidup yang tampak sempurna.

Daftar Lagu dan Musisi Pendukung

Penyanyi pendatang baru Sienna Spiro turut mengisi album ini lewat lagu ÔÇ£Material LoverÔÇØ yang menggambarkan daya tarik sekaligus konsekuensi dari kemewahan. Sementara itu, Dua Lipa membawakan ÔÇ£End of an EraÔÇØ yang menandai momen transisi besar dalam alur cerita film.

Sisi gelap popularitas dan beban reputasi dieksplorasi melalui kolaborasi Miley Cyrus dan Brittany Howard dalam lagu ÔÇ£Walk of Fame (Edit)ÔÇØ yang bernuansa rock. Berbeda dengan itu, Laufey memberikan warna jazz-pop melalui ÔÇ£Mr. EclecticÔÇØ yang memotret karakter-karakter unik dan kreatif di dunia fashion.

Hubungan antarmanusia di tengah persaingan digambarkan secara soulful oleh Olivia Dean melalui lagu ÔÇ£Nice to Each OtherÔÇØ. Sedangkan SZA membawa suasana introspektif lewat ÔÇ£SaturnÔÇØ yang cocok untuk adegan kontemplatif mengenai kehampaan setelah mencapai puncak karier.

Eksplorasi Tema dan Penutup Album

Pesan mengenai harga diri dan kendali atas hidup disuarakan oleh RAYE dalam lagu berjudul ÔÇ£Worth ItÔÇØ. Selain itu, Ledisi menghadirkan nuansa R&B dalam ÔÇ£DaydreamingÔÇØ yang mengiringi momen nostalgia karakter saat membandingkan impian masa lalu dengan realitas.

Pergeseran industri dari media tradisional ke era digital diwakili oleh Izzy Escobar melalui lagu ÔÇ£Evergreen AvenueÔÇØ. Album ini kemudian ditutup secara emosional oleh The Mar├¡as dengan lagu ÔÇ£No One NoticedÔÇØ yang memberikan ruang refleksi setelah hiruk-pikuk pencapaian karakter berakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi