Sosok Miliarder Pham Nhat Vuong di Balik Green SM yang Viral

Sosok Miliarder Pham Nhat Vuong di Balik Green SM yang Viral
Foto: Ilustrasi Sosok Miliarder Pham Nhat Vuong di Balik Green SM yang Viral.

Insiden besar melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur pada akhir April 2026 menyeret nama Green SM ke permukaan. Layanan taksi online dengan ciri khas warna hijau kebiruan ini disebut menjadi pemicu awal sebelum tabrakan dua kereta tersebut terjadi.

Dilansir dari Suara, sebuah unit taksi Green SM diduga terjebak di perlintasan rel dekat Bulak Kapal saat KRL sedang melintas. Peristiwa tersebut menyebabkan rangkaian kereta terhenti di jalur setelah menabrak taksi tersebut.

Kondisi darurat semakin parah karena KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat melakukan pengereman secara maksimal. Akibatnya, benturan dengan KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur tidak terhindarkan dan memicu perhatian luas netizen di media sosial.

Kejadian ini membuat publik penasaran dengan identitas Green SM, perusahaan taksi online berbasis listrik yang baru saja merambah pasar Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), entitas transportasi asal Vietnam yang berada di bawah naungan konglomerasi Vingroup.

Di balik operasional Green SM, terdapat nama besar Pham Nhat Vuong yang menjabat sebagai pendiri sekaligus pemimpin Vingroup. Ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Asia Tenggara dengan lini bisnis mencakup properti, kesehatan, hingga industri otomotif melalui merek VinFast.

Vingroup meluncurkan Green SM secara resmi pada 6 Maret 2023 sebagai langkah strategis memperluas ekosistem kendaraan listrik. Layanan ini menawarkan solusi transportasi ramah lingkungan, mulai dari taksi listrik hingga penyewaan kendaraan bermotor listrik di berbagai wilayah.

Transformasi Bisnis dari Ukraina ke Vietnam

Kesuksesan yang diraih Pham Nhat Vuong bermula dari perjuangan membangun bisnis restoran di Ukraina pada awal 1990-an bersama istrinya, Pham Thu Huong. Mereka mencapai keberhasilan finansial besar melalui merek mi instan Mivina yang sangat populer di negara tersebut.

Momen krusial terjadi pada tahun 2010 ketika Vuong memutuskan menjual bisnis makanan instan tersebut kepada raksasa global Nestle. Keuntungan dari penjualan inilah yang kemudian ia jadikan modal utama untuk membangun imperium bisnis Vingroup di tanah airnya, Vietnam.

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires pada April 2026, total kekayaan bersih Pham Nhat Vuong tercatat mencapai sekitar 24,5 miliar dollar AS. Dengan nilai setara Rp423,1 triliun pada kurs Rp17.270 per dollar AS, ia menduduki peringkat ke-93 orang terkaya di dunia.

Kekayaan tersebut bahkan sempat menempatkan Vuong di posisi yang lebih unggul dibandingkan pengusaha besar Indonesia, Prajogo Pangestu. Pundi-pundi hartanya terus mengalir dari berbagai sektor strategis seperti teknologi, ritel, hingga manufaktur kendaraan listrik global.

Tantangan Ekspansi di Pasar Indonesia

Meskipun memiliki dukungan finansial yang sangat besar, ekspansi VinFast dan Green SM di Indonesia menghadapi tantangan berat dari produsen asal China. Data Asosiasi Produsen Otomotif Indonesia menunjukkan dominasi merek BYD masih jauh di atas VinFast dalam hal volume penjualan tahunan.

Kehadiran Green SM di jalanan Indonesia bukan hanya sekadar penyedia jasa transportasi aplikasi. Layanan ini difungsikan sebagai instrumen strategis untuk mengenalkan armada VinFast kepada publik sekaligus mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih di sektor transportasi publik.

Munculnya pemberitaan mengenai keterlibatan unitnya dalam insiden di Bekasi menjadi tantangan reputasi yang harus dihadapi perusahaan. Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan kronologi resmi serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi