Trio visioner asal Amerika Serikat, Son Lux, yang beranggotakan Ryan Lott, Rafiq Bhatia, dan Ian Chang, resmi menandai kembalinya mereka ke industri musik. Seperti dikutip dari Media Indonesia, ketiganya merilis single terbaru berjudul Endlessly sekaligus mengumumkan peluncuran album ke-9 mereka yang bertajuk Out Into.
Album yang sangat dinantikan ini dijadwalkan rilis pada 18 September mendatang melalui label This Is Meru/City Slang. Sebagai pembuka, Endlessly hadir dengan karakteristik sonik yang unik, memberikan gambaran tentang arah musikalitas album baru mereka yang disebut-sebut sebagai karya paling berwarna secara ritmis dan mendesak secara lirik.
Selama dua dekade terakhir, Son Lux dikenal dengan nuansa musik sinematik yang megah. Namun, dalam Out Into, mereka memilih pendekatan yang lebih intim dan mentah. Mereka memperlakukan voice note awal sebagai elemen sakral, menjaga kemurnian improvisasi kolektif dalam setiap lagu.
Ian Chang mengungkapkan bahwa album ini banyak terinspirasi dari kecintaan mereka pada era boom-bap hip-hop, seperti karya J Dilla dan Madlib. Di tengah maraknya penggunaan AI dalam musik, Son Lux justru ingin menonjolkan "sentuhan tangan manusia" yang organik namun tetap terstruktur.
Single Endlessly sendiri didukung oleh grup marching band ternama dunia, The Bluecoats. Ryan Lott menjelaskan bahwa lagu-lagu dalam album ini berbicara tentang siklus kehilangan dan penemuan diri dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan hingga pekerjaan.
"Kita keluar dari sesuatu dan berubah menjadi hal lain. Tiap momen adalah sebuah jalan keluar dan sebuah pintu masuk secara bersamaan,"ujar Lott mengenai filosofi di balik nama album Out Into.
Rekam Jejak dan Prestasi
Sebelum pengumuman album ini, Son Lux telah mengukir prestasi gemilang di dunia sinema. Mereka meraih dua nominasi Oscar dan dua nominasi BAFTA lewat skor film Everything Everywhere All at Once. Karya mereka juga menghiasi film-film besar seperti Thunderbolts dari Marvel Studios.
Popularitas mereka di kancah pop juga tidak diragukan, dengan karya yang pernah di-sample oleh musisi papan atas seperti Halsey, G-Eazy, hingga kolaborasi eksklusif bersama Lorde.
Menyusul perilisan album, Son Lux akan memulai tur global mulai Juli 2026. Kabar baik bagi penggemar di tanah air, tur ini dipastikan akan menyambangi berbagai kota di Asia sepanjang periode 2026 hingga 2027.
Di sisi lain, perkembangan musik global juga diramaikan oleh Wasia Project yang merilis single Bleeding Gold serta mengumumkan album debut mereka berjudul Nocturne yang dijadwalkan rilis pada tanggal yang sama, yaitu 18 September.