Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, telah menetapkan 26 nama pemain yang akan memperkuat Les Bleus di ajang Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengejar ambisi besar di wilayah Amerika Utara mendatang.
Dilansir dari Suara, komposisi skuad kali ini menonjolkan regenerasi dengan masuknya sejumlah talenta muda. Penjaga gawang muda, Robin Risser, menjadi kejutan utama setelah performa impresifnya di kompetisi domestik berhasil menggeser dominasi kiper senior lainnya.
Selain Risser, lini serang Prancis akan diperkuat oleh bintang baru seperti Desire Doue dan Michael Olise. Keduanya diprediksi menjadi kartu as dalam formasi Deschamps guna menambah daya gedor tim.
Lini depan Les Bleus harus mengalami sedikit perombakan akibat absennya Hugo Ekitike karena cedera tendon. Sebagai gantinya, Jean-Philippe Mateta kembali dipercaya untuk menjadi ujung tombak dalam turnamen akbar tersebut.
Di sektor tengah, kembalinya Manu Kone memberikan stabilitas baru bagi skema permainan tim. Gelandang ini menyatakan kebanggaannya bisa memperkuat negara di panggung dunia.
"Saya sangat senang. Ini jelas merupakan sumber kebanggaan besar bisa dipanggil ke tim nasional untuk Piala Dunia. Saya berharap kami akan menjalani turnamen yang hebat, terutama bagi pelatih. Saya berpikir kembali ke masa ketika saya masih kecil Ini adalah berita yang sangat bagus. Ini adalah sesuatu yang telah saya tunggu-tunggu sejak lama. Ketika Anda masih muda, Anda memimpikan hal ini. Saya memikirkan keluarga dan teman-teman saya yang mengikuti pengumuman skuad. Ini adalah kegembiraan bagi semua orang," tutur Kone.
Kekuatan Lini Belakang dan Status Unggulan
Pertahanan Prancis dipastikan semakin solid dengan kembalinya Jules Kounde setelah pulih dari cedera. Selain itu, Maxence Lacroix tetap dipertahankan karena konsistensinya selama masa kamp pelatihan sebelumnya.
Deschamps menegaskan bahwa meski Prancis masuk dalam daftar unggulan, hal tersebut tidak akan menjadi beban bagi para pemainnya. Ia tetap mewaspadai kekuatan tim-tim besar lainnya di kompetisi ini.
"Tentu saja ada harapan dan tuntutan. Itu juga kesalahan kami, karena jika kami berada di tempat kami hari ini, itu karena kami memenangkan banyak pertandingan ÔÇö lebih banyak daripada lawan kami. Bahwa kami termasuk di antara favorit adalah hal yang wajar, tetapi ada tim lain juga. Saya bisa menyebutkan enam atau tujuh. Ini adalah Piala Dunia, kompetisi terbesar dari semuanya. Tim-tim terbaik ada di sana," ujar Deschamps kepada TF1.
Jadwal Pertandingan Prancis di Grup I
Prancis dijadwalkan memulai perjuangan mereka di Grup I dengan menghadapi tantangan dari Senegal pada laga pembuka. Pertandingan ini akan menjadi tolok ukur kesiapan mental para pemain muda di level internasional.
Setelah menghadapi Senegal, tim ayam jantan akan melawan Irak di Stadion Philadelphia pada laga kedua. Fase grup kemudian akan ditutup dengan laga sengit melawan Norwegia yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Boston.
Kehadiran Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele dipastikan tetap menjadi poros utama kekuatan tim. Di sisi lain, integrasi pemain seperti Bradley Barcola diharapkan mampu memberikan variasi taktik yang lebih kaya bagi Deschamps.
Timnas Prancis mengusung misi besar untuk memperbaiki catatan prestasi setelah hanya meraih posisi runner-up pada edisi 2022. Dengan persiapan matang di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, Les Bleus siap memenuhi ekspektasi tinggi publik sepak bola dunia.