Tim nasional Spanyol bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 dengan sebuah catatan sejarah yang cukup mencolok. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, La Furia Roja akan berlaga tanpa satu pun penggawa dari Real Madrid.
Kondisi ini tergolong sangat kontras jika dibandingkan dengan turnamen-turnamen besar sebelumnya. Biasanya, pemain dari klub raksasa ibu kota tersebut tidak hanya sekadar melengkapi bangku cadangan, melainkan sering kali mendominasi kerangka utama tim Matador.
Tren penurunan jumlah pemain Real Madrid di skuad Spanyol terlihat jelas dalam beberapa edisi terakhir :
- Piala Dunia 2018: Spanyol membawa enam pemain dari Los Blancos ke dalam skuad mereka.
- Piala Dunia 2014: Saat tersingkir di fase grup, hanya terdapat tiga nama pemain Real Madrid yang dipanggil.
- Piala Dunia 2010: Di tahun kejayaan mereka sebagai juara dunia, terselip lima penggawa Madrid dalam tim.
- Piala Dunia 2026: Tidak ada sama sekali pemain Real Madrid yang terpilih untuk masuk ke dalam tim nasional.
Data di atas menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam komposisi pemain pilihan tim nasional. Meskipun pencapaian Spanyol dalam sepuluh tahun terakhir cenderung membaik dengan mencapai babak 16 besar, publik merasa standar tim nasional Spanyol harus lebih tinggi dari itu.
Ekspektasi Besar dan Bayang-bayang Kegagalan
Sebagai peraih gelar juara Euro 2024, ekspektasi terhadap Spanyol di Piala Dunia 2026 tentu sangat tinggi. Turnamen ini dianggap sebagai momen yang tepat bagi mereka untuk mengulangi kejayaan luar biasa yang pernah diraih dua dekade silam.
Pelatih Luis de la Fuente mengambil keputusan yang sangat berani dengan mengumumkan 26 nama pemain tanpa melibatkan satu pun pemain Real Madrid. Keputusan ini berisiko memicu gelombang kritik dari publik jika nantinya Spanyol gagal memberikan performa terbaiknya di lapangan.
Kekhawatiran akan munculnya ejekan di media sosial pun tidak bisa dihindari, mengingat hal serupa pernah dialami tim nasional Inggris pada Euro 2024. Saat itu, absennya nama-nama besar seperti Marcus Rashford dan Jack Grealish dituding sebagai alasan kegagalan Inggris menjadi juara setelah kalah dari Spanyol di final.
Potensi cemoohan terhadap skuad Spanyol bahkan sudah mulai terdengar sebelum pertandingan sesungguhnya dimulai. Jawaban atas segala keraguan ini baru akan terlihat saat Spanyol melakoni dua pertandingan uji coba FIFA Matchday melawan Irak pada 4 Juni dan Peru pada 8 Juni 2026.
Strategi Pertahanan dan Lini Depan Baru
Dalam laga-laga pemanasan tersebut, Luis de la Fuente diprediksi akan mencoba eksperimen pada lini pertahanannya. Ia kemungkinan besar akan menduetkan Pau Cubarsi dengan Eric Garcia di jantung pertahanan, alih-alih memberikan kepercayaan kepada Dean Huijsen.
Selain itu, sektor penyerangan juga tak luput dari sorotan setelah Ferran Torres dipilih untuk mengisi posisi ujung tombak. Padahal di saat yang sama, nama Gonzalo Garcia tidak masuk ke dalam skuad final meski menunjukkan performa yang cukup menarik.
Berikut adalah ringkasan perbandingan antara performa Real Madrid dan rival domestik lainnya pada musim 2025/2026 :
| Kategori Kompetisi | Real Madrid | FC Barcelona | Atletico Madrid |
|---|---|---|---|
| La Liga Spanyol | Runner-up (Peringkat 2) | Juara (Peringkat 1) | Papan Atas |
| Copa del Rey | Gugur di Babak 16 Besar | Lolos ke Babak Semifinal | Lolos ke Babak Final |
| Liga Champions | Berhenti di Perempat Final | Kompetitif | Lolos ke Babak Semifinal |
Data di atas menjelaskan mengapa Luis de la Fuente lebih condong memilih pemain dari klub lain. Prestasi Real Madrid musim ini di bawah arahan Alvaro Arbeloa memang sedang mengalami fase transisi yang cukup berat setelah ditinggalkan oleh Xabi Alonso.
Analisis Potong Generasi yang Dinilai Tanggung
Strategi Luis de la Fuente untuk melakukan penyegaran atau "potong generasi" di timnas Spanyol juga menuai perdebatan. Meski Spanyol termasuk dalam lima besar tim dengan rata-rata usia termuda yakni 26,7 tahun, kehadiran beberapa pemain veteran dianggap membuat strategi ini terasa setengah hati.
Beberapa pemain senior yang tetap dipertahankan meski tidak lagi muda antara lain adalah Borja Iglesias yang kini berusia 33 tahun. Selain itu, terdapat nama-nama seperti Fabian Ruiz, Alex Grimaldo, dan David Raya yang sudah menginjak kepala tiga, serta Aymeric Laporte yang berusia 32 tahun.
Komentar miring publik semakin kencang saat melihat pemain muda potensial Real Madrid seperti Gonzalo Garcia diabaikan. Meskipun performanya musim ini sedang naik daun, sulit bagi Garcia untuk menembus skuad utama karena masih tertutup bayang-bayang bintang besar seperti Kylian Mbappe.
Keputusan mencoret Dean Huijsen dari posisi bek tengah juga memiliki alasan medis yang cukup kuat. Pemain berbakat tersebut dilaporkan mengalami enam kali cedera sepanjang musim, termasuk masalah otot betis kanan pada akhir Mei yang membuatnya dianggap tidak bugar untuk turnamen besar.
Beberapa alasan teknis yang mendasari absennya pemain Real Madrid di skuad Piala Dunia 2026 adalah :
- Tulang punggung utama Real Madrid saat ini didominasi oleh pemain asing bukan warga negara Spanyol.
- Pemain Spanyol di Real Madrid seperti Alvaro Carreras kalah bersaing dengan Marc Cucurella yang lebih berpengalaman.
- Kondisi kebugaran pemain kunci seperti Dean Huijsen yang sering terganggu cedera kambuhan.
- Menurunnya performa kolektif tim Real Madrid di kancah domestik maupun Eropa sepanjang musim terakhir.
Dengan demikian, ketiadaan pemain Real Madrid di tim nasional murni merupakan pertimbangan kebutuhan taktis dan performa, bukan masalah sentimen pribadi pelatih. Fokus utama Luis de la Fuente adalah membangun tim yang solid berdasarkan kebugaran dan kontribusi nyata pemain di level klub saat ini.
Spanyol sendiri tergabung dalam Grup H bersama Uruguay, Cape Verde, dan Arab Saudi di babak penyisihan. Di atas kertas, La Furia Roja seharusnya bisa melaju dengan mulus ke babak berikutnya meskipun tantangan dari tim seperti Uruguay tidak bisa dianggap remeh.