Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjadi solusi hambatan perizinan lahan rumah subsidi. Kesepakatan ini dihasilkan dalam rapat di kediaman Tito pada Rabu (22/4/2026).
Kebijakan tersebut diluncurkan untuk mempercepat proses legalitas tanah yang selama ini menghambat suplai hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan laporan dari Kompas, pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Heru Pudyo Nugroho memberikan penegasan bahwa regulasi baru ini merupakan langkah konkret untuk mengurai sumbatan pada sisi pasokan perumahan. Menurutnya, kepastian hukum atas lahan sangat dinantikan oleh para pengembang di lapangan.
"Dengan adanya SKB ini, kami optimistis kendala perizinan lahan dapat terurai sehingga pengembang memiliki kepastian dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat," ujar Heru Pudyo Nugroho, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Implementasi kebijakan ini memungkinkan lahan yang sebelumnya bermasalah untuk diproses kembali melalui rekomendasi kepala daerah. Kelayakan lingkungan tetap menjadi syarat utama dalam pemberian izin pembangunan tersebut.
Optimalisasi sinergi antar-lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional. BP Tapera memfokuskan ketersediaan lahan siap bangun untuk mendukung keberlanjutan penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Pemerintah melalui Kemendagri juga akan melakukan sosialisasi intensif kepada pemerintah daerah guna memastikan efektivitas pemberian rekomendasi perizinan. Langkah ini selaras dengan target pembangunan tiga juta rumah dalam program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.
BP Tapera menyatakan komitmennya untuk terus menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian terkait. Hal ini dilakukan demi menjamin dampak nyata kebijakan terhadap percepatan penyediaan hunian subsidi di berbagai wilayah Indonesia.