Paris Saint-Germain (PSG) secara resmi berhasil mempertahankan takhta juara Liga Champions musim 2025/2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan Arsenal dalam laga final yang dramatis.
Pertandingan puncak yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Minggu (31/5) dini hari WIB ini harus ditentukan lewat babak adu penalti. Kedua tim bermain sama kuat sepanjang waktu normal dan babak tambahan.
Skor imbang terus bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memaksa laga berlanjut ke titik putih. Pada sesi tos-tosan, PSG akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 4-3 atas klub asal London tersebut.
Sindiran Pedas Chelsea untuk Arsenal
Kegagalan Arsenal di partai final rupanya menjadi bahan ejekan bagi rival sekotanya, Chelsea. Melalui akun media sosial resminya, The Blues mengunggah konten yang dianggap menyindir kegagalan Meriam London.
Chelsea mempromosikan tur stadion Stamford Bridge dengan memberikan label khusus pada markas mereka. Mereka menyebut stadion tersebut sebagai satu-satunya "Rumah Trofi London" di Eropa.
Berikut adalah poin-poin utama dalam unggahan sindiran Chelsea tersebut:
- Mengajak penggemar untuk mengunjungi koleksi trofi Liga Champions milik Chelsea.
- Menampilkan foto gelar Piala Dunia Antarklub yang baru mereka raih di bawah asuhan Enzo Maresca.
- Menyertakan tautan pemesanan tur stadion dalam unggahan tersebut.
- Menegaskan posisi mereka sebagai klub London yang sukses di kompetisi internasional.
Sindiran ini merujuk pada fakta sejarah bahwa Chelsea telah mengoleksi dua trofi Liga Champions. Salah satunya diraih secara dramatis lewat adu penalti melawan Bayern Munich pada tahun 2012 silam.
Ambisi Baru Chelsea dan Kegagalan Arsenal
Meskipun performa Chelsea di liga domestik sempat mengalami penurunan, klub ini tengah bersiap melakukan perombakan besar. Mereka baru saja menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru yang akan mulai bertugas pada 1 Juli mendatang.
Alonso dikabarkan bakal memiliki wewenang lebih luas dalam kebijakan transfer pemain di bawah kepemilikan Blueco. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kejayaan The Blues di musim-musim mendatang.
Di sisi lain, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Arsenal yang tampil luar biasa sepanjang musim. Padahal, mereka akan memasuki musim depan dengan status sebagai juara bertahan Liga Premier.
Laga final di Budapest ini merupakan pencapaian tertinggi Arsenal di kompetisi Eropa dalam 20 tahun terakhir. Namun, ambisi mereka untuk merengkuh trofi "Si Kuping Besar" pertama kalinya harus kembali kandas.
Data ringkas laga final Liga Champions 2025/2026:
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Pemenang | PSG (Juara Bertahan) |
| Runner-up | Arsenal |
| Skor Adu Penalti | 4 - 3 |
| Lokasi Pertandingan | Puskas Arena, Budapest |
Hasil ini memperpanjang puasa gelar Arsenal di level tertinggi kompetisi antarklub Eropa. Sementara bagi PSG, kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasi mereka sebagai penguasa baru di benua biru.