Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya dikenal konsisten mempertahankan tarif layanan transportasi antar-kota antar-provinsi (AKAP) yang ramah di kantong masyarakat. Langkah ini diambil di tengah ketatnya persaingan industri yang kerap menonjolkan armada kelas atas dengan fasilitas mewah.
Sinar Jaya memilih setia pada komitmen harga ekonomis seperti dilansir dari Otomotif. Pendiri PO Sinar Jaya, Rasidin Karyana yang akrab disapa Pak Haji, menjelaskan bahwa kebijakan tarif tersebut didasarkan pada filosofi mendasar perusahaan.
"Bedakan saja tarif bus lain dengan tarif Sinar Jaya. Memang lebih murah. Itu saja konsepnya. Sinar Jaya ini konsepnya merakyat," ujar Pak Haji di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika saat ini menjadi tantangan besar bagi para pengusaha moda transportasi darat. Kondisi tersebut memicu potensi lonjakan biaya perawatan berkala serta harga komponen vital bus seperti ban dan oli.
Menyikapi situasi ekonomi ini, manajemen internal Sinar Jaya menerapkan strategi kemandirian dalam pengadaan suku cadang. Pola pengelolaan tersebut efektif memotong rantai distribusi luar yang biasanya membuat biaya operasional membengkak.
"Seperti saya sampaikan, dengan Sinar Jaya pun juga adalah kami menyediakan spare part. Itu kami akan bisa tekan. Paling tidak profitnya mungkin tidak diambil agar bisa membuat cost itu menjadi lebih murah," ungkap Pak Haji.
Pihak manajemen juga memilih untuk membatasi margin keuntungan demi mempertahankan keterjangkauan harga bagi para pengguna jasa setia mereka. Perusahaan saat ini mengelola izin trayek resmi dari kementerian yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 unit.
"Tiket itu bisa terjangkau dibeli oleh penumpang-penumpang yang mau naik Sinar Jaya dengan harga yang tidak terlalu mahal," tambah Pak Haji.
Efisiensi biaya operasional dan komponen pengadaan ini didukung oleh integrasi bisnis grup perusahaan. Sinar Jaya tercatat mengoperasikan jaringan diler resmi untuk kendaraan niaga dari pabrikan sasis yang digunakan armada mereka.
"Sinar Jaya sendiri pun juga buka diler Hino dan Mercedes gitu. Pastikan prioritas bisnis kita saja lah," kata Pak Haji.
Ekosistem bisnis dari hulu ke hilir memberi keunggulan kompetitif yang besar bagi perusahaan dalam mengontrol pengadaan unit baru maupun komponen berkala. Keuntungan efisiensi operasional ini dialokasikan kembali untuk menjaga stabilitas harga tiket yang bersahabat bagi publik.