SIG Kembangkan Produk Turunan untuk Perkuat Rantai Pasok Konstruksi

SIG Kembangkan Produk Turunan untuk Perkuat Rantai Pasok Konstruksi
Foto: Ilustrasi SIG Kembangkan Produk Turunan untuk Perkuat Rantai Pasok Konstruksi.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menggarap peluang besar pada industri bahan bangunan melalui inovasi produk derivatif guna menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Langkah transformasi ini disampaikan dalam rangkaian konferensi INTERCEM Asia 2026 pada Rabu (22/4/2026) di Jakarta untuk memperkuat rantai pasok nasional.

Perusahaan berupaya mengoptimalkan potensi pasar yang besar mengingat kontribusi semen saat ini baru mencapai 11 persen dari total biaya material konstruksi. Dilansir dari Money, SIG memanfaatkan jaringan distribusi luas untuk bertransformasi menjadi bisnis yang lebih fokus pada kebutuhan pelanggan.

"SIG memiliki kemampuan distribusi dan network yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif," kata Andriano Hosny Panangian, Wakil Direktur Utama Semen Indonesia (SIG).

Efisiensi energi juga menjadi fokus utama perusahaan dalam menghadapi dinamika bisnis melalui penggunaan bahan bakar alternatif. SIG menerapkan penggunaan biomassa, sampah olahan (RDF), limbah industri, hingga pemanfaatan panel surya dan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation untuk menekan emisi.

"SIG meletakkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi dalam operasional, di antaranya dengan mengoptimalkan digitalisasi dan memperluas kolaborasi untuk rantai pasok yang berkelanjutan," kata Andriano Hosny Panangian, Wakil Direktur Utama Semen Indonesia (SIG).

Kehadiran SIG dalam forum internasional tersebut bertujuan untuk membuka ruang kerja sama global dengan berbagai pemasok dan penyedia teknologi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat inovasi produk yang memiliki nilai tambah tinggi bagi industri konstruksi regional.

"INTERCEM Asia membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di industri, mulai dari produsen, pemasok, hingga penyedia teknologi, guna mendukung langkah transformasi perusahaan," kata Andriano Hosny Panangian, Wakil Direktur Utama Semen Indonesia (SIG).

Sektor industri mineral nonlogam menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan sebesar 6,16 persen pada tahun 2025. Data Kementerian Perindustrian mencatat nilai investasi sektor ini mencapai Rp25 triliun dengan serapan tenaga kerja melampaui 900.000 orang.

"Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, INTERCEM Asia 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, tetapi juga platform strategis untuk memperdalam kemitraan serta mendorong percepatan inovasi dan ketahanan industri di masa depan," kata Emmy Suryandari, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian.

Artikel terkait

Rekomendasi