Semen Padang FC dipastikan kembali turun kasta ke Liga 2 setelah menderita kekalahan 0-1 dari Dewa United Banten FC pada pertandingan pekan ke-31, Minggu (3/5/2026). Hasil tersebut menutup peluang tim berjuluk Kabau Sirah untuk keluar dari zona degradasi pada musim kompetisi Super League 2025/2026.
Kekalahan ini membuat raihan poin maksimal Semen Padang hanya menyentuh angka 29 dari tiga laga tersisa, mengingat saat ini mereka baru mengoleksi 20 poin. Perolehan tersebut dipastikan tidak cukup untuk melampaui Madura United FC di peringkat ke-15 yang unggul secara catatan pertemuan langsung atau head-to-head.
Klub asal Sumatera Barat ini kembali terjebak dalam siklus fluktuatif promosi dan degradasi yang kerap disebut sebagai pola yoyo. Dilansir dari Detik Sport, catatan ketidakstabilan ini telah terjadi sejak era Liga 1 dimulai pada tahun 2017, di mana tim langsung terdegradasi pada musim perdana kompetisi tersebut.
Meski sempat bangkit dan meraih tiket promosi pada 2018, mereka kembali jatuh ke kasta kedua pada 2019. Penantian panjang di Liga 2 baru berakhir pada musim 2024/2025, saat mereka berhasil bertahan di peringkat ke-13 sebelum akhirnya kembali terpuruk pada musim ini.
Merespons kegagalan tersebut, jajaran manajemen menyampaikan pengakuan atas performa tim yang berada di bawah ekspektasi publik. Pihak klub secara resmi menyatakan permohonan maaf kepada para pendukung setianya.
"Manajemen Semen Padang FC menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter, pecinta sepakbola, serta masyarakat Sumatera Barat atas hasil yang tidak sesuai harapan pada musim ini, yang berujung pada degradasi tim ke Liga 2," tulis pernyataan klub.
Manajemen menegaskan komitmen untuk segera berbenah demi mengembalikan kejayaan klub di masa depan. Langkah ini diambil sebagai tanggung jawab atas kekecewaan yang dirasakan oleh banyak pihak pendukung Kabau Sirah.
"Kami sepenuhnya menyadari bahwa pencapaian ini jauh dari ekspektasi dan telah menimbulkan kekecewaan bagi banyak pihak. Untuk itu, manajemen bersama seluruh elemen tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh sebagai langkah perbaikan guna membangun kembali kekuatan tim agar dapat kembali bersaing dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang," lanjut pernyataan tersebut.
Evaluasi tim nantinya akan mencakup aspek teknis serta pembenahan infrastruktur pendukung, termasuk rencana renovasi Stadion Haji Agus Salim. Manajemen berharap perbaikan fondasi klub dapat mencegah terulangnya pola naik-turun kasta di musim-musim mendatang.
| Musim | Status Akhir/Posisi |
|---|---|
| Liga 1 2017 | Peringkat 16 (degradasi) |
| Liga 2 2018 | Runner-up (promosi) |
| Liga 1 2019 | Peringkat 17 (degradasi) |
| Liga 2 2020 | Kompetisi tidak tuntas |
| Liga 2 2021/22 | Fase grup |
| Liga 2 2022/23 | Fase grup (tidak tuntas) |
| Liga 2 2023/24 | Runner-up (promosi) |
| Liga 1 2024/25 | Peringkat 13 |
| Super League 2025/26 | Degradasi |