Mengenal Sejarah Trisuci Waisak dan Prosesi Perayaannya di Indonesia

Mengenal Sejarah Trisuci Waisak dan Prosesi Perayaannya di Indonesia
Foto: Ilustrasi Mengenal Sejarah Trisuci Waisak dan Prosesi Perayaannya di Indonesia.

Hari Raya Waisak dirayakan oleh seluruh umat Buddha setiap kemunculan purnama sidhi pada bulan Mei. Hari suci ini menjadi momentum penting untuk memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddharta Gautama yang dikenal sebagai Trisuci Waisak.

Dikutip dari Popbela, perayaan Waisak bagi sebagian umat Buddha menandakan momen pencerahan atau saat sang Buddha menemukan makna hidup yang sejati.

Trisuci Waisak memperingati tiga fase utama kehidupan Siddharta Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian penerangan agung, dan wafatnya. Siddhartha dipercaya lahir sebagai pangeran kaya di Taman Lumbini, Nepal, pada tahun 623 Sebelum Masehi (SM) dari pasangan Raja Suddhodana dan Ibu Maya.

Meskipun dibesarkan dalam kemewahan duniawi, Siddharta merasa bosan dan mulai merenungkan penderitaan manusia seperti sakit, tua, dan mati. Ia kemudian memilih meninggalkan istana untuk menjadi pendeta demi mencari pengetahuan sejati.

Perjalanan spiritual membawa Siddharta ke wilayah Gaya. Saat bersemedi di bawah sebuah pohon, ia berhasil melawan godaan raja setan bernama Mara.

Pada malam purnama bulan Waisak tahun 588 SM, Siddharta mencapai kesadaran sempurna atau bodhi pada usia 35 tahun. Sejak saat itu, ia mendapat gelar Buddha yang berarti yang dicerahkan, lalu mulai menyebarkan ajarannya.

Peristiwa penting terakhir terjadi ketika Buddha mencapai usia 80 tahun. Sang Buddha wafat di desa Kusinegara dan masuk ke nirwana untuk selama-lamanya.

Penetapan dan Ritual Perayaan Global

Keputusan untuk merayakan Trisuci Waisak ditetapkan secara internasional dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Di Indonesia, hari suci ini resmi menjadi hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983 yang ditandatangani pada 19 Januari 1983.

Waisak dirayakan di berbagai negara seperti Nepal, India, Korea Selatan, Thailand, Sri Lanka, Singapura, Malaysia, hingga Indonesia. Umat Buddha biasanya mengunjungi kuil sepanjang hari selama bulan purnama untuk beribadah.

Perayaan ini diisi dengan meditasi, menyanyikan lagu suci, refleksi ajaran, dekorasi rumah dengan lentera, serta mengenakan pakaian putih khusus. Ada pula upacara memandikan Buddha dengan menyiramkan air ke pundak rupang sebagai simbol pembersihan pikiran negatif.

Rangkaian Tradisi Waisak di Indonesia

Perayaan Waisak nasional di Indonesia secara tradisional dipusatkan di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Rangkaian ritual pokok diawali dengan pengambilan air berkat dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung.

Umat kemudian melakukan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen yang terletak di Kabupaten Grobogan. Tahapan berikutnya adalah ritual Pindapatta, yaitu pemberian dana makanan dari masyarakat kepada para bhikkhu.

Puncak ritual ditandai dengan samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama berdasarkan perhitungan falak astronomi. Prosesi tahunan ini juga dimeriahkan dengan pradaksina, pawai budaya, serta pementasan kesenian.

Artikel terkait

Rekomendasi