Satoria Pharma Perluas Kapasitas Produksi Infus di Pasuruan

Satoria Pharma Perluas Kapasitas Produksi Infus di Pasuruan
Foto: Ilustrasi Satoria Pharma Perluas Kapasitas Produksi Infus di Pasuruan.

PT Satoria Aneka Industri meresmikan pabrik Line 4 Satoria Pharma di Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (28/4/2026) untuk meningkatkan kapasitas produksi cairan infus nasional. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan sektor farmasi Indonesia yang saat ini masih sangat bergantung pada bahan baku impor.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Deputi 1) BPOM William Adi Teja menjelaskan bahwa kemandirian industri perlu didorong mengingat 70 hingga 80 persen bahan baku obat domestik masih didatangkan dari luar negeri.

"Produk obat jadi dalam negeri memang didominasi lokal, namun bahan baku masih bergantung impor hingga 70ÔÇô80 persen, ini yang harus kita dorong kemandiriannya," kata William Adi Teja, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Deputi 1) BPOM.

Dilansir dari Money, Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan industri garam farmasi sebagai komponen vital cairan infus dengan total kapasitas produksi 4.000 ton per tahun. Angka tersebut melampaui kebutuhan nasional yang berada pada kisaran 1.500 hingga 1.700 ton per tahun berdasarkan data 2025.

"Peningkatan kapasitas produksi dan penambahan lini baru, kami berharap industri farmasi nasional semakin mandiri," kata William Adi Teja, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Deputi 1) BPOM.

CEO dan Pendiri PT Satoria Aneka Industri Alim Satria menargetkan produksi infus mencapai 230 juta botol per tahun melalui lini baru ini. Perusahaan juga berencana membangun Line 5 untuk mengejar target kapasitas 400 juta botol pada tahun 2028 mendatang.

"Sebagai pabrik infus terbesar di Indonesia pertumbuhan pasar infus di Indonesia serta kinerja pertumbuhan tahunan Satoria Pharma yang secara konsisten berada pada sekitaran 35 persen setiap tahunnya," ujar Alim Satria, CEO dan Pendiri PT Satoria Aneka Industri.

Alim menekankan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan produk berkualitas di dalam negeri.

"Sehingga dipandang penting untuk terus melakukan ekspansi bisnis sekaligus memperkuat fondasi di sektor infus," kata Alim Satria, CEO dan Pendiri PT Satoria Aneka Industri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan dukungan penuh terhadap operasional pabrik tersebut karena dinilai strategis bagi pelayanan kesehatan di wilayahnya.

"Kita sangat menyambut baik, terutama karena dari pabrik ini ada potensi kerjasama dengan 14 rumah sakit milik pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan suplai infus," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Khofifah menilai kehadiran industri ini selaras dengan program pemerintah dalam melakukan hilirisasi industri dan substitusi impor secara berkelanjutan.

"Mudah-mudahan terus tumbuh berkembang luas dan makin hebat makin hebat lagi," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi