Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi menjatuhkan hukuman berat kepada pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw. Keputusan ini diambil menyusul tindakan tidak sportif yang terjadi dalam laga final Piala Afrika melawan Maroko.
Dilansir dari Investortrust, Pape Thiaw dilarang mendampingi timnya selama lima pertandingan. Selain skorsing, Thiaw juga diwajibkan membayar denda sebesar US$100 ribu atau setara dengan Rp1,57 miliar.
Pihak otoritas sepak bola Afrika menilai sang pelatih melakukan tindakan yang mencoreng reputasi olahraga tersebut. Insiden bermula saat final yang berlangsung di Rabat awal bulan ini berubah menjadi kekacauan di lapangan.
Pertandingan puncak tersebut sempat terhenti selama kurang lebih 17 menit. Hal ini dipicu oleh aksi para pemain Senegal yang memutuskan untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit.
Ketegangan memuncak saat wasit menganulir gol yang dicetak oleh Ismaila Sarr. Wasit menganggap Sarr telah melakukan pelanggaran terhadap kapten tim Maroko, Achraf Hakimi, sebelum bola masuk ke gawang.
Dalam situasi emosional tersebut, Pape Thiaw memerintahkan para pemainnya untuk keluar dari arena pertandingan. Laga baru bisa dilanjutkan kembali setelah kapten Senegal, Sadio Mane, berhasil menenangkan rekan-rekannya.
Daftar Sanksi Pemain dan Federasi
Maroko sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan penalti melalui Brahim Diaz di masa injury time. Namun, tendangan bergaya panenka tersebut berhasil dipatahkan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.
Senegal akhirnya memastikan diri sebagai juara melalui gol tunggal Pape Gueye pada menit keempat babak tambahan waktu. Gelar ini menjadi trofi Piala Afrika kedua bagi tim berjuluk Singa Teranga tersebut dalam lima tahun terakhir.
Selain hukuman untuk pelatih, CAF juga menghukum sejumlah pemain dari kedua kesebelasan yang terlibat kericuhan.
| Nama Pihak | Jenis Sanksi | Denda (USD) |
|---|---|---|
| Skorsing 5 Pertandingan | 100.000 | Skorsing 2 Pertandingan |
| - | Skorsing 2 Pertandingan | - |
| Skorsing 3 Pertandingan | 100.000 | Skorsing 2 Pertandingan |
| - | Denda Organisasi | 615.000 |
Federasi Sepak Bola Senegal menerima beban denda finansial paling besar, yakni mencapai 615.000 dolar AS atau sekitar Rp9,66 miliar. Iliman Ndiaye dan Ismaila Sarr dari kubu Senegal masing-masing dilarang tampil dalam dua laga.
Sementara dari tim Maroko, Ismael Saibari dikenakan larangan bertanding tiga kali serta denda US$100 ribu. Achraf Hakimi juga tidak luput dari sanksi dengan hukuman larangan bermain sebanyak dua laga.
Perlu dicatat bahwa rentetan sanksi kedisplinan ini hanya berlaku pada turnamen yang berada di bawah naungan CAF. Keputusan tersebut dipastikan tidak akan mengganggu persiapan Senegal maupun Maroko untuk menghadapi putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.