Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah pemain dan ofisial Bhayangkara FC U20 akibat keterlibatan dalam kericuhan saat laga Elite Pro Academy (EPA) melawan Dewa United U20 di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026).
Hukuman tegas ini diberikan menyusul aksi pemukulan dalam kompetisi EPA U20 musim 2025-2026 yang melibatkan beberapa pemain muda potensial, termasuk personel tim nasional usia muda. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bola, para pemain tersebut dilarang beraktivitas di sepak bola selama satu hingga tiga tahun.
Fadly Alberto menjadi pemain yang menerima hukuman paling berat berupa larangan bermain selama tiga tahun, sementara Aqilah Lssunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur masing-masing disanksi dua tahun. Selain itu, M. Mufdi Iskandar dilarang bermain selama satu tahun dan asisten pelatih Mukhlis Hadi Ning dihukum larangan mendampingi tim dalam empat laga.
Manajer Bhayangkara FC U20, Yongki Pamungkas, memberikan konfirmasi mengenai diterimanya surat keputusan tersebut dari federasi.
"Bhayangkara FC U-20 telah menerima surat keputusan sanksi dari Komite Disiplin PSSI terkait insiden pada pertandingan terakhir," tutur Yongki.
Pihak manajemen kemudian merinci distribusi hukuman yang menimpa skuad berjuluk The Young Guardian tersebut.
"Dalam keputusan tersebut, terdapat tujuh sanksi yang dijatuhkan kepada Bhayangkara FC U-20, termasuk hukuman larangan bermain selama tiga tahun kepada pemain kami, Fadly Alberto." ujar Yongki.
Yongki menambahkan bahwa hukuman tersebut juga mencakup periode larangan bermain yang bervariasi bagi empat rekan setim Alberto lainnya.
"Selain itu, tiga pemain Bhayangkara FC U-20 juga dijatuhi sanksi larangan bermain selama dua tahun, serta satu pemain lainnya selama satu tahun," lanjut Yongki.
Meski menghormati keputusan Komdis PSSI, manajemen klub merasa ada beberapa aspek situasional yang belum terakomodasi dalam putusan tersebut.
"Kami menilai terdapat aspek-aspek yang belum sepenuhnya mencerminkan keseluruhan situasi di lapangan," tegas Yongki Pamungkas.
Pihak klub menyoroti bahwa beberapa pemain yang dihukum sebenarnya berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak langsung saat insiden pecah.
"Termasuk fakta beberapa pemain yang dijatuhi sanksi juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak dalam insiden tersebut." kata Yongki.
Sebagai respons atas sanksi tersebut, manajemen Bhayangkara FC U20 berencana mengajukan banding untuk mendapatkan peninjauan kembali.
"Ini sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh penilaian yang lebih menyeluruh, objektif, dan berimbang," tambah Yongki.