Bek Timnas Indonesia Sandy Walsh berpotensi menyudahi musim debutnya bersama raksasa Thailand, Buriram United, dengan catatan yang sangat mengesankan.
Pemain keturunan Surabaya tersebut kini berada di ambang pintu untuk mengamankan tiga gelar juara sekaligus atau treble winner, seperti dikutip dari Suara.
Sejak didatangkan dari Yokohama F. Marinos pada awal musim, Sandy Walsh langsung menjelma menjadi pilar penting di lini pertahanan Buriram United.
Meski berposisi sebagai pemain belakang, ia tampil sangat produktif dengan membukukan lima gol dan dua assist dari 35 penampilannya di seluruh ajang kompetisi.
Ketajaman sang bek terbukti nyata ketika dirinya mencetak dua gol dalam kemenangan telak 5-0 atas Ayutthaya United pada babak semifinal Piala FA beberapa waktu lalu.
Setelah berhasil mengamankan satu trofi, Sandy Walsh kini fokus menatap dua partai final lainnya demi menyempurnakan musim pertamanya yang gemilang.
Trofi pertama yang berhasil dikunci oleh Sandy Walsh adalah gelar juara kompetisi domestik kasta tertinggi, Liga 1 Thailand.
Buriram United memastikan diri finis di puncak klasemen akhir dengan keunggulan margin 10 poin dari tim peringkat kedua.
Keberhasilan memuncaki klasemen liga domestik musim ini sekaligus menandai gelar juara kelima secara berturut-turut bagi klub tersebut.
Final Piala FA 2025/2026
Kemenangan besar di babak semifinal mengantarkan Buriram United melangkah ke partai puncak ajang Piala FA.
Pada pertandingan final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, mereka bakal menantang PT Prachuap.
Kesempatan untuk mengangkat trofi kedua pada musim ini terbuka sangat lebar bagi Sandy Walsh bersama rekan-rekan setimnya.
Final ASEAN Club Championship 2025/2026
Satu gelar juara lain yang masuk dalam target bidikan Buriram United berada di level kompetisi regional Asia Tenggara.
Buriram United sukses menembus final ASEAN Club Championship dan dijadwalkan menghadapi wakil asal Malaysia, Selangor FC.
Pertandingan final regional ini akan menggunakan format dua leg yang diselenggarakan pada tanggal 20 dan 27 Mei 2026.
Keberhasilan memenangkan dua laga final tersebut tidak hanya mengukir sejarah pribadi bagi Sandy Walsh, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di sepak bola Asia Tenggara.