Sammy Simorangkir Soroti Inovasi Teknologi Kendaraan Listrik Pabrikan China

Sammy Simorangkir Soroti Inovasi Teknologi Kendaraan Listrik Pabrikan China
Foto: Ilustrasi Sammy Simorangkir Soroti Inovasi Teknologi Kendaraan Listrik Pabrikan China.

Penyanyi Sammy Simorangkir menyoroti pesatnya perkembangan teknologi otomotif asal China saat menghadiri Chery International Business Summit 2026 di Wuhu, China, Selasa (28/4/2026). Sammy mengakui adanya pergeseran perspektif pribadi mengenai kualitas kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Perubahan pandangan ini didasari atas kunjungannya secara langsung ke kantor pusat dan fasilitas pengembangan teknologi. Dilansir dari Otomotif, Sammy sebelumnya memiliki keraguan terhadap kualitas produk buatan China yang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat Indonesia.

"Jujur, sekarang warga negara Indonesia mana yang enggak skeptis kalau dibilang buatan China. Mau ember, handphone, atau barang elektronik lainnya, pasti ada rasa ragu," ujar Sammy Simorangkir.

Kekhawatiran awal tersebut sempat mencakup keraguan terhadap identitas merek yang menurutnya terdengar unik saat pertama kali diperkenalkan di pasar otomotif.

"Waktu pertama kali dengar, nama mereknya kenapa harus Chery? Kayak buah," katanya sambil bercanda.

Sikap skeptis tersebut dilaporkan runtuh setelah Sammy melihat keseriusan pabrikan dalam membangun ekosistem brand dan keterbukaan akses terhadap demonstrasi teknologi. Ia menilai kapasitas produksi dan manajemen lini mobil yang dilakukan melampaui ekspektasi awalnya.

"Tapi begitu datang ke kantor pusatnya, skeptis gue langsung runtuh. Ada yang seniat ini bikin brand, sampai menaungi banyak lini mobil. Teknologinya juga diperlihatkan secara terbuka," ucap Sammy Simorangkir.

Sammy menyatakan bahwa kemajuan signifikan yang ditawarkan pabrikan China dapat memberikan tekanan persaingan bagi produsen otomotif asal Jepang dan Eropa. Menurutnya, dominasi merek lama selama ini cenderung minim pembaruan radikal.

"Merek Eropa dan Jepang mungkin harus mulai waspada. Selama ini kita dimanjakan, kadang cuma ganti aksesori sedikit sudah dibilang model baru atau facelift," kata Sammy Simorangkir.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pabrikan China saat ini lebih mengutamakan perubahan besar pada unit kendaraan daripada sekadar perubahan tampilan luar atau kosmetik saja.

"Kalau ini enggak pakai setengah-setengah. Bukan sekadar facelift, tapi langsung disikat total. Itu yang bikin orang mikir, ÔÇÿwah ini bedaÔÇÖ," ujarnya.

Selain aspek kecanggihan fitur, faktor penetapan harga menjadi elemen krusial yang diprediksi akan menarik minat konsumen di tanah air secara masif.

"Yang paling penting itu harga. Begitu masuk Indonesia, bisa di bawah produk Jepang dan Eropa. Itu yang bikin makin menarik," kata Sammy Simorangkir.

Artikel terkait

Rekomendasi