Saham SMSM Diprediksi Tebar Dividen Rp140 per Saham Berpotensi Cuan Besar

Saham SMSM Diprediksi Tebar Dividen Rp140 per Saham Berpotensi Cuan Besar
Foto: Ilustrasi Saham SMSM Diprediksi Tebar Dividen Rp140 per Saham Berpotensi Cuan Besar.

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) diproyeksikan bakal membagikan dividen sebesar Rp140 per saham untuk tahun buku 2025. Estimasi ini mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 72%, sedikit disesuaikan dari capaian tahun 2024 yang menyentuh angka 76%.

Langkah korporasi ini menempatkan saham SMSM ke dalam daftar saham berkapitalisasi kecil atau small cap pilihan utama dari RHB Sekuritas. Emiten ini dinilai memiliki prospek keuntungan atau cuan yang cukup menjanjikan bagi para investor.Berdasarkan laporan dari RHB Sekuritas yang dikutip dari Investor Daily, emiten berkode saham SMSM tersebut baru-baru ini telah mengumumkan pembagian dividen interim. Nilai dividen interim ini mencapai Rp25 per saham yang dialokasikan dari perolehan laba bersih tahun buku 2026.

Manajemen SMSM sendiri memang dikenal konsisten dalam menerapkan kebijakan pembagian dividen kepada pemegang saham secara kuartalan.

"Implikasi total dividend yield berkisar 8-9% pada tahun 2026," tulis RHB.

Dari aspek operasional bisnis, fokus utama SMSM berada pada ceruk pasar produk suku cadang otomotif pasca-penjualan. Porsi pendapatan perseroan sebagian besar didominasi oleh segmen aftermarket ini dengan kontribusi yang melampaui angka 80%.

Hingga saat ini, perseroan mengklaim telah berhasil menguasai pangsa pasar domestik pada kisaran 35% sampai 40%. Selain kuat di pasar lokal, kinerja keuangan perusahaan berpotensi mendapatkan dampak positif dari pergerakan kurs mata uang.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah menjadi keuntungan tersendiri karena sekitar 65% dari total penjualan SMSM merupakan komoditas pasar ekspor. Sementara itu, eksposur struktur biaya produksi terhadap fluktuasi mata uang rupiah berada di bawah setengahnya.

Guna mengantisipasi volatilitas biaya operasional, perseroan berencana menaikkan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sekitar 5%. Strategi ini diterapkan untuk meneruskan beban kenaikan biaya produksi secara langsung.

Pada segmen kendaraan roda empat yang menyumbang 30% dari total penjualan, manajemen SMSM tetap optimistis di tengah perkembangan tren kendaraan listrik. Optimisme ini didasari oleh regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang wajib dipenuhi oleh produsen kendaraan listrik untuk mendapatkan insentif.

Pihak SMSM mengindikasikan bahwa proses diskusi saat ini sedang berjalan dengan beberapa produsen otomotif asing. Para pabrikan mancanegara tersebut bersiap untuk segera memulai aktivitas produksi lokal mereka di Indonesia.

Melalui analisis mendalam terhadap performa tersebut, RHB Sekuritas menetapkan harga wajar untuk saham SMSM sebesar Rp2.400. Target harga ini mencerminkan adanya potensi kenaikan nilai saham atau upside mencapai 33,3% dari harga saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi