Penyanyi populer Sabrina Carpenter mengungkapkan tantangan pribadinya dalam dunia mode akibat memiliki tinggi badan 152 sentimeter yang sering menyulitkannya menemukan pakaian yang sesuai. Pengakuan tersebut disampaikan pelantun lagu Espresso ini dalam sesi bincang bersama desainer ternama Marc Jacobs.
Dilansir dari Wolipop, penyanyi berusia 26 tahun tersebut awalnya merasa memiliki hubungan yang kurang baik dengan industri fesyen karena postur tubuhnya yang mungil. Masalah ini sempat menghambatnya dalam mengekspresikan gaya personal melalui busana sehari-hari.
"Saya orang terpendek yang pernah ada. Jadi, hubungan awal saya dengan dunia mode agak bermasalah," kata Sabrina Carpenter, penyanyi.
Perubahan besar dalam cara berpakaian baru dirasakan Sabrina setelah ia mulai memahami pentingnya teknik penjahitan (tailoring) yang tepat. Setelah mencapai popularitas global, ia menyadari bahwa setiap busana dapat disesuaikan secara khusus agar pas dengan bentuk tubuh dan tinggi badannya.
"Sejak memahami pentingnya penjahitan, hidup saya berubah. Pakaian yang dibuat pas di tubuh ternyata bisa membuat saya jauh lebih percaya diri," katanya Sabrina Carpenter, penyanyi.
Carpenter kini memandang dunia mode bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah bentuk karya seni yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi emosi seseorang. Baginya, pakaian bisa menjadi faktor yang menurunkan atau justru mendongkrak rasa percaya diri di hadapan publik.
"Saya melihat mode sebagai seni, sesuatu yang bisa membuat kita tidak percaya diri tapi juga bisa meningkatkan kepercayaan diri. Saya suka berdandan mencoba berbagai macam gaya," tambah Sabrina Carpenter, penyanyi.
Mengenai referensi gaya, sosok ikonik seperti Brigitte Bardot, Jane Birkin, hingga Dolly Parton menjadi inspirasi utamanya dalam berbusana. Beberapa aksesori dan pakaian yang dikenakan para ikon tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan selera fesyen yang ia terapkan saat ini.
Meski memiliki inspirasi tertentu, ia enggan membatasi seleranya pada satu label gaya saja. Sabrina memilih untuk tetap fleksibel dengan berganti gaya dari tampilan glamor menjadi lebih edgy sesuai dengan suasana hati dan kenyamanannya.
"Terkadang saya merasa percaya diri mengenakan rok pendek dan sepatu boots tinggi, dan di hari lain, saya merasa lebih percaya diri memakai jeans longgar dan kaos longgar," pungkas Sabrina Carpenter, penyanyi.