Legenda Manchester United, Ryan Giggs, memberikan perhatian khusus terhadap performa Rasmus Hojlund yang tengah menjalani masa peminjaman di Napoli. Giggs menyatakan keyakinannya bahwa pemain asal Denmark tersebut layak mendapatkan kesempatan kedua di Old Trafford.
Hojlund sebelumnya didatangkan Manchester United dari Atalanta dengan ekspektasi besar lewat mahar transfer mencapai 72 juta poundsterling. Namun, perjalanannya di Inggris sempat diwarnai kritik tajam terkait produktivitas golnya di lini depan Setan Merah.
Selama dua musim membela Manchester United, penyerang berusia 23 tahun ini tercatat tampil sebanyak 95 kali di berbagai kompetisi. Dilansir dari Detik Sport, Hojlund mengemas 26 gol sebelum akhirnya manajemen memutuskan untuk meminjamkannya ke klub Italia, Napoli.
Keputusan peminjaman tersebut juga menyertakan opsi pembelian permanen bagi Napoli. Sejauh ini, Hojlund menunjukkan taji dengan mencetak 14 gol dari 39 pertandingan bersama Partenopei, sebuah catatan yang menarik perhatian mantan kapten MU tersebut.
Saat ini, lini serang Manchester United telah dihuni oleh Benjamin Sesko yang sudah memberikan kontribusi 10 gol bagi tim. Giggs menilai kehadiran Sesko justru menjadi alasan kuat mengapa Hojlund harus dibawa pulang untuk meningkatkan daya saing internal.
Mantan pemain sayap legendaris tersebut meyakini bahwa menyandingkan dua penyerang muda potensial akan membuat lini depan Manchester United jauh lebih tajam. Hal ini ia sampaikan saat merespons pertanyaan mengenai potensi pemain pinjaman klub.
"Mungkin Hojlund, mungkin saja. Karena menurut saya dia tidak beruntung karena hanya ada satu penyerang tengah di klub saat itu, dan semua orang berekspektasi dia masuk dan langsung tampil luar biasa," kata Giggs seperti dikabarkan Manchester Evening News.
Giggs juga membandingkan situasi tersebut dengan peluang yang didapatkan oleh Sesko. Ia melihat adanya kompetisi sehat jika kedua pemain tersebut berada dalam satu skuad yang sama di bawah asuhan manajer United.
"Saya rasa [Benjamin] Sesko mendapatkan lebih banyak peluang, saya pikir kita sudah melihat itu, dan mencetak lebih banyak gol. Tapi kita tidak pernah tahu, jika Anda punya dua penyerang tengah muda yang lapar di lini depan dan Anda berkata 'silakan bersaing'," ujar Giggs.
Baginya, kedalaman skuad merupakan kekuatan utama klub besar sejak lama. Giggs menekankan pentingnya atmosfer kompetitif bahkan sejak di sesi latihan untuk menempa kemampuan para pemain depan menghadapi bek-bek tangguh.
"Anda telah melihat hal itu di United, itu selalu menjadi kekuatan United dan klub besar mana pun-kedalaman skuad. Saya selalu bilang bahwa latihan terkadang lebih sulit daripada pertandingan; jika Anda punya bek tengah Man United yang menjaga di satu sisi, lalu ada Hojlund di sisi lain, dan Sesko dalam latihan, itu akan menjadi sangat kompetitif," kata dia menambahkan.