Rusia menghentikan total aliran minyak asal Kazakhstan menuju Jerman melalui jaringan pipa Druzhba mulai 1 Mei 2026 akibat kendala teknis. Dilansir dari Money, langkah ini mengancam stabilitas pasokan energi di kilang PCK Schwedt yang menjadi tumpuan kebutuhan bahan bakar wilayah Berlin dan Brandenburg.
Kementerian Energi Kazakhstan memberikan konfirmasi bahwa jadwal pengiriman untuk rute Atyrau-Samara menuju Jerman telah merosot ke angka nol. Yerlan Akkenzhenov selaku Menteri Energi Kazakhstan menyatakan bahwa situasi ini disebabkan oleh keterbatasan operasional di wilayah Rusia.
"Berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini, jadwal Mei praktis nol," ujar Yerlan Akkenzhenov, Menteri Energi Kazakhstan.
Pejabat terkait menambahkan bahwa hambatan ini kemungkinan besar berhubungan dengan kerusakan infrastruktur pada fasilitas pipa setelah adanya serangan drone Ukraina terhadap wilayah Rusia.
"Pihak Rusia mengklaim bahwa mereka tidak memiliki kemampuan teknis untuk memompa minyak Kazakhstan melalui pipa Druzhba," ujar Yerlan Akkenzhenov, Menteri Energi Kazakhstan.
Penghentian ini berdampak langsung pada operasional kilang PCK Schwedt yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 12 juta ton minyak per tahun. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, Kazakhstan diketahui telah memasok 730.000 ton minyak, yang memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan kilang tersebut.
| Periode | Volume (Metrik Ton) | Kenaikan/Kontribusi |
|---|---|---|
| Tahun 2024 | 1.490.000 (Estimasi) | - |
| Tahun 2025 | 2.146.000 | 44 Persen (YoY) |
| Kuartal I 2026 | 730.000 | 17 Persen Kebutuhan PCK |
Pemerintah Rusia melalui Wakil Perdana Menteri Alexander Novak menyatakan bahwa keputusan ini murni didasari pertimbangan teknis. Novak menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan pihak Kazakhstan mengenai pengalihan pasokan tersebut.
"Jerman telah berhenti bergantung pada minyak Rusia dan baik-baik saja," kata Alexander Novak, Wakil Perdana Menteri Rusia.
Kementerian Ekonomi Jerman saat ini sedang menyiapkan jalur distribusi alternatif melalui pelabuhan Rostock dan Gdansk di Polandia untuk menutupi defisit pasokan. Meski pemerintah menjamin keamanan stok nasional, para pelaku industri memperingatkan adanya potensi kenaikan biaya logistik yang dapat memicu tekanan pada harga bahan bakar regional.