Rupiah Tembus Rp17.723, Gakoptindo Sebut Harga Tahu Tempe Masih Aman

Rupiah Tembus Rp17.723, Gakoptindo Sebut Harga Tahu Tempe Masih Aman
Foto: Ilustrasi Rupiah Tembus Rp17.723, Gakoptindo Sebut Harga Tahu Tempe Masih Aman.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini berada di posisi terlemah sepanjang sejarah dengan menembus angka Rp17.723 per dolar AS. Lonjakan mata uang asing ini memicu kekhawatiran mendalam bagi sektor industri nasional yang masih bergantung pada pasokan bahan baku impor.

Meski demikian, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyatakan bahwa penurunan nilai mata uang garuda ini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap harga jual tahu dan tempe di pasar domestik. Seperti dilansir dari Industri, pergerakan kurs dolar AS tidak secara langsung mengubah harga komoditas pangan tersebut.

"Tempe tahu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh dengan harga dolar," ujar Wibowo kepada Kontan.co.id, Selasa (19/5/2026).

Menurut Sekretaris Jenderal Gakoptindo Wibowo Nurcahyo, dampak dari pelemahan kurs ini justru lebih dirasakan oleh para importir serta pelaku usaha kedelai. Hal itu terjadi karena harga beli komoditas bahan baku utama yang didatangkan dari luar negeri otomatis mengalami kenaikan seiring menguatnya dolar AS.

"Efek produksi yang terasa di pengrajin lebih ke kemasan. Adapun harga kedelai memang naik sedikit, tetapi masih di bawah HAP (Harga Acuan Penjualan)," jelasnya.

Wibowo menambahkan bahwa pembengkakan biaya produksi yang muncul sejauh ini masih berada di dalam batas kewajaran. Oleh karena itu, situasi tersebut belum sampai memicu gelombang perubahan besar pada nominal harga jual tahu maupun tempe kepada masyarakat luas.

"Kalau dikaitkan langsung dengan dolar sebenarnya tidak ada pengaruh besar, dan saat ini juga belum ada pergerakan signifikan di bawah," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi