Rupiah Melemah ke Rp 17.270 Saat IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Rupiah Melemah ke Rp 17.270 Saat IHSG Menguat di Awal Perdagangan
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp 17.270 Saat IHSG Menguat di Awal Perdagangan.

Nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami tekanan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (29/4/2026). Mata uang Indonesia tercatat melemah sebesar 0,16 persen ke level Rp 17.270 per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.

Koreksi ini membawa posisi rupiah menjauh dari level penutupan perdagangan pada Selasa (28/4/2026) yang berada di angka Rp 17.243 per dollar AS. Pergerakan kurs Garuda ini terjadi di tengah dinamika mata uang kawasan Asia yang bergerak bervariasi pada pagi hari ini sebagaimana dilansir dari Money.

Sejumlah mata uang di Asia turut mencatatkan pelemahan terhadap dollar AS dengan persentase yang beragam. Baht Thailand tercatat mengalami penurunan terdalam sebesar 0,26 persen, disusul oleh won Korea Selatan yang turun 0,24 persen dan peso Filipina yang terkoreksi 0,22 persen.

Selain itu, dollar Taiwan mengalami penurunan sebesar 0,16 persen sementara dollar Hong Kong melemah tipis sebesar 0,006 persen. Sebaliknya, beberapa mata uang lain justru menunjukkan penguatan terhadap greenback di pasar regional.

Dollar Singapura memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,06 persen, diikuti yuan China dan ringgit Malaysia yang masing-masing menguat 0,04 persen. Sementara itu, yen Jepang juga terpantau merangkak naik tipis sebesar 0,006 persen.

Berbeda dengan kondisi rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka pada zona hijau di awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks kebanggaan nasional tersebut naik 0,29 persen atau setara dengan penambahan 20,193 poin ke posisi 7.092,585.

IHSG sempat menyentuh area 7.096,609 saat pembukaan sebelum bergerak fluktuatif dalam rentang yang terbatas. Sepanjang sesi awal, indeks mencatatkan level tertinggi harian pada posisi 7.115,298 dan menyentuh level terendah di angka 7.087,792.

Aktivitas perdagangan saham melibatkan volume transaksi sebanyak 9,405 miliar lembar saham dengan nilai total mencapai Rp 2,428 triliun. Tercatat sebanyak 361.126 kali frekuensi perdagangan terjadi pada periode pembukaan pasar tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi