Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 sore. Mata uang Indonesia merosot sebesar 13 poin menjadi Rp 17.667 per dolar Amerika Serikat dari penutupan sebelumnya yang berada pada posisi Rp 17.653 per dolar Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Sebelum ditutup melemah pada sore hari, nilai tukar rupiah sebenarnya sempat dibuka menguat tipis sebanyak 2 poin atau sekitar 0,01 persen ke level Rp 17.651 per dolar Amerika Serikat pada Kamis pagi. Pergerakan mata uang sempat mengalami penurunan hingga 30 poin sebelum akhirnya tertahan di level Rp 17.667 per dolar Amerika Serikat.
Faktor eksternal dan internal menjadi pemicu pergerakan negatif mata uang domestik ini. Pelemahan dipengaruhi oleh risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat jika inflasi tetap tinggi, serta tersumbatnya jalur perdagangan di Selat Hormuz yang menjaga harga minyak dunia tetap tinggi.
Sentimen negatif domestik turut menekan rupiah setelah investor berupaya menghindari risiko di pasar. Kondisi ini terjadi usai Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh pengiriman komoditas ekspor sumber daya alam utama seperti minyak sawit, batubara, dan ferroalloy melalui satu eksportir milik negara.