Rumah Sarwendah Nunggak Cicilan Sejak Juni 2026, Kini Terancam Disita Bank!

Rumah Sarwendah Nunggak Cicilan Sejak Juni 2026, Kini Terancam Disita Bank!
Foto: Rumah Sarwendah Nunggak Cicilan Sejak Juni 2026, Kini Terancam Disita Bank!. (Illustration by Pexels)

Kabar kurang menyenangkan datang dari kehidupan pribadi Sarwendah pasca perceraiannya dengan Ruben Onsu. Rumah mewah yang saat ini ditempati oleh Sarwendah bersama anak-anaknya dikabarkan terancam disita oleh pihak bank.

Chris Sam Siwu, selaku kuasa hukum Sarwendah, membeberkan fakta mengejutkan mengenai kondisi finansial aset tersebut. Ia menyatakan bahwa kewajiban pembayaran cicilan rumah itu sudah tidak berjalan sesuai dengan kesepakatan awal.

Cicilan Menunggak Sejak Pertengahan 2024

Persoalan ini mulai meruncing setelah muncul bukti adanya keterlambatan pembayaran yang cukup lama. Pihak bank dilaporkan telah melayangkan surat peringatan berkali-kali karena kewajiban finansial yang diabaikan.

Chris menjelaskan bahwa tunggakan cicilan rumah tersebut sudah terjadi sejak bulan Juni 2024. Hingga saat ini, belum ada penyelesaian pembayaran yang dilakukan sesuai janji yang pernah dibuat oleh Ruben Onsu.

Berikut adalah detail mengenai status aset rumah Sarwendah berdasarkan pernyataan kuasa hukum:

  • Awal Tunggakan: Pembayaran cicilan berhenti dilakukan sejak bulan Juni 2024 yang lalu.
  • Status Perbankan: Saat ini status kredit rumah tersebut sudah masuk dalam kategori Kolektibilitas 5 (Kol 5).
  • Surat Peringatan: Pihak bank telah mengirimkan surat teguran mulai dari peringatan pertama hingga ketiga.
  • Risiko Aset: Rumah tersebut kini berada di tahap kritis dan terancam masuk ke dalam proses lelang oleh bank.
  • Kaitan Utang: Beban utang rumah ini diduga bercampur dengan tanggungan pinjaman perusahaan milik Ruben Onsu.

Kondisi Kolektibilitas 5 dalam sistem perbankan menandakan kredit yang sudah macet total. Status ini merupakan level paling buruk sebelum sebuah aset akhirnya diambil alih atau dilelang secara resmi.

Janji Ruben Onsu yang Belum Terpenuhi

Menurut Chris, sebenarnya sudah ada komitmen tertulis serta pembicaraan sebelumnya mengenai pembagian aset ini. Ruben Onsu disebut telah berjanji untuk menuntaskan seluruh cicilan rumah tersebut hingga selesai.

Pihak Sarwendah memegang bukti percakapan yang menunjukkan niat Ruben untuk bertanggung jawab sebagai mantan suami dan ayah yang baik. Namun, pada praktiknya, janji tersebut belum terealisasi hingga membebani posisi Sarwendah.

Ringkasan perbandingan antara kesepakatan awal dan kenyataan di lapangan:

Poin Kesepakatan Kenyataan Saat Ini
Ruben Onsu berjanji melunasi cicilan rumah hingga tuntas. Pembayaran cicilan justru terhenti sejak bulan Juni 2024.
Aset diberikan kepada Sarwendah dalam kondisi bersih. Status kepemilikan aset masih menggantung karena utang bank.
Kewajiban finansial tidak dibebankan kepada Sarwendah. Sarwendah menanggung risiko penyitaan aset tempat tinggalnya.

Tabel di atas memperlihatkan adanya ketimpangan antara apa yang disepakati dengan tindakan nyata yang terjadi di lapangan. Hal inilah yang memicu pihak kuasa hukum Sarwendah untuk berbicara ke publik.

Upaya Damai Sarwendah yang Bertepuk Sebelah Tangan

Sarwendah dikabarkan tidak tinggal diam melihat ancaman penyitaan rumah yang ditinggali bersama anak-anaknya. Ia sempat menawarkan solusi jalan tengah dengan mengajukan pembagian beban pembayaran cicilan.

Ia bersedia membantu membayar separuh dari total cicilan demi menyelamatkan hunian tersebut agar tidak dilelang. Sayangnya, iktikad baik dari pihak Sarwendah ini dikabarkan tidak mendapatkan respons positif.

Pihak Ruben Onsu kabarnya menolak tawaran berbagi beban tersebut dengan alasan rumah itu kini ditempati oleh Sarwendah. Hal ini membuat situasi semakin sulit karena besarnya angka cicilan yang harus dibayarkan dianggap sangat fantastis.

Kuasa hukum Sarwendah pun merasa kliennya sudah cukup bersabar dalam menghadapi masalah ini. Mereka sangat menyayangkan jika rumah yang menjadi tempat bernaung anak-anak harus dikorbankan karena masalah administratif dan finansial.

Hingga berita ini diturunkan, rumah tersebut masih dalam status pengawasan ketat pihak bank. Kejelasan mengenai masa depan aset hunian Sarwendah kini bergantung pada langkah komunikasi selanjutnya antara kedua belah pihak.

Artikel terkait

Rekomendasi