Hubungan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perpisahan tampaknya kian memanas. Presenter kenamaan tersebut dilaporkan sempat merasa kecewa lantaran merasa diperlakukan layaknya orang asing saat ingin menjumpai anak-anaknya.
Kabar ini disampaikan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Ia mengungkapkan bahwa kliennya sempat merasa diabaikan ketika menghadiri acara balet yang diikuti oleh sang buah hati beberapa waktu lalu.
Kecewa karena Merasa Diasingkan
Minola menjelaskan bahwa Ruben sempat mengalami momen pahit saat berusaha memberikan dukungan langsung kepada anaknya. Bukannya disambut hangat, Ruben justru merasa dicueki dan dipersulit untuk sekadar berinteraksi.
Menurut Minola, Ruben bahkan harus mengantre di luar ruangan hanya untuk berfoto dengan anaknya sendiri. Kejadian tersebut menjadi luka mendalam bagi sang presenter yang merasa haknya sebagai ayah kandung tidak terpenuhi.
Pihak Ruben juga menyayangkan adanya miskomunikasi saat ia menunggu anak-anaknya keluar dari gedung. Saat Ruben sudah menunggu di satu sisi, anak-anaknya justru diarahkan keluar melalui pintu lain bersama pihak lain.
Minola menegaskan bahwa porsi ayah kandung yang telah disepakati dalam perjanjian justru sering terhambat oleh berbagai argumen. Hal ini dianggap kontras dengan keleluasaan yang diberikan kepada orang lain yang tidak memiliki ikatan darah.
Sentilan untuk Pihak Ketiga
Dalam pernyataannya, Minola turut menyentil kedekatan Giorgio Antonio dengan anak-anak Ruben dan Sarwendah. Ia merasa ironis karena sosok yang tidak memiliki hubungan darah justru terlihat memiliki akses lebih mudah dibanding ayah kandungnya sendiri.
Minola mengkhawatirkan pola interaksi yang salah ini dapat merusak hubungan antara ayah dan anak. Ia menegaskan bahwa masalah ini bukan didasari oleh rasa cemburu, melainkan murni demi kepentingan psikologis anak.
Poin keberatan utama dari pihak Ruben Onsu adalah:
- Kesulitan dalam mendapatkan waktu berkualitas bersama anak-anak sesuai kesepakatan awal.
- Adanya kesan pengabaian saat Ruben hadir di acara publik yang melibatkan sang buah hati.
- Kekhawatiran anak-anak akan merasa asing dengan ayah kandungnya sendiri akibat informasi yang tidak tepat.
- Kontrasnya akses pertemuan antara ayah kandung dengan orang luar yang dianggap lebih leluasa.
Pihak Ruben berharap situasi ini tidak berlarut-larut agar ikatan batin antara ayah dan anak tetap terjaga. Menurut Minola, jangan sampai ayah kandung terasa seperti orang asing, sementara orang asing justru terasa seperti ayah.
Bantahan dari Pihak Sarwendah
Di sisi lain, kubu Sarwendah memberikan pembelaan tegas melalui pengacara mereka, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon. Mereka membantah keras tuduhan yang menyebutkan bahwa kliennya mempersulit Ruben untuk menemui anak-anak.
Chris menegaskan bahwa Sarwendah tidak pernah menutup akses komunikasi maupun fisik bagi Ruben. Ia mengeklaim bahwa kliennya memberikan kebebasan kapan saja bagi Ruben jika ingin menjemput atau menghabiskan waktu bersama anak.
Pihak Sarwendah justru mempertanyakan bukti nyata dari tuduhan tersebut. Mereka menyebut selama ini tidak ada permintaan resmi atau pesan singkat dari Ruben yang menunjukkan niat untuk menjemput anak di kediaman Sarwendah.
Perbandingan argumen dari kedua belah pihak dapat dilihat pada tabel berikut:
| Aspek Perselisihan | Versi Ruben Onsu | Versi Sarwendah |
|---|---|---|
| Akses Bertemu Anak | Merasa dipersulit dan diperlakukan seperti tamu asing. | Klaim pintu selalu terbuka setiap hari untuk sang ayah. |
| Kejadian di Acara Balet | Harus antre di luar dan merasa dicueki saat ingin berfoto. | Tidak merasa melakukan pembatasan secara sengaja. |
| Inisiatif Pertemuan | Merasa hak dalam perjanjian tidak dilaksanakan dengan baik. | Sebut Ruben tidak pernah menghubungi via WA untuk jemput anak. |
Tabel di atas menunjukkan adanya perbedaan perspektif yang tajam antara kedua pihak mengenai teknis pertemuan anak. Hingga saat ini, drama mengenai nafkah dan hak asuh anak antara Ruben dan Sarwendah masih terus bergulir di ranah publik.