Ruben Onsu Sulit Temui Anak, Curhat Pilu Ayah Terasa Asing di Tahun 2026

Ruben Onsu Sulit Temui Anak, Curhat Pilu Ayah Terasa Asing di Tahun 2026
Foto: Ruben Onsu Sulit Temui Anak, Curhat Pilu Ayah Terasa Asing di Tahun 2026. (Illustration by Pexels)

Presenter kondang Ruben Onsu tengah menghadapi situasi pelik terkait hubungannya dengan anak-anaknya pasca bercerai dari Sarwendah. Ruben mengungkapkan keresahannya karena merasa dibatasi untuk bertemu dengan darah dagingnya sendiri.

Kondisi ini memicu ketegangan baru di antara kedua belah pihak, terutama terkait waktu kebersamaan dengan anak dan kewajiban nafkah. Melalui kuasa hukumnya, Ruben menyampaikan keluh kesah mengenai akses yang dirasa tidak adil bagi dirinya sebagai ayah kandung.

Ketimpangan Akses Bertemu Anak

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan bahwa kliennya mengalami kesulitan besar untuk menjumpai anak-anak yang kini berada dalam asuhan Sarwendah. Hal inilah yang menjadi alasan Ruben memutuskan untuk menahan uang nafkah selama enam bulan terakhir sebagai bentuk protes.

Di sisi lain, Minola menyoroti kehadiran sosok Giorgio Antonio, kekasih baru Sarwendah, yang dianggap memiliki kebebasan lebih. Pihak Ruben merasa ironis karena orang yang tidak memiliki ikatan darah justru lebih leluasa berinteraksi dengan anak-anak.

Poin-poin keberatan dari pihak Ruben Onsu adalah:

  • Porsi waktu ayah kandung yang sudah diatur dalam perjanjian hukum tidak dijalankan dengan semestinya.
  • Adanya kekhawatiran anak-anak akan menjauh dari ayah kandung akibat kurangnya interaksi dan informasi yang salah.
  • Munculnya fenomena di mana sosok ayah kandung terasa seperti orang asing bagi anak-anaknya sendiri.
  • Pemberian kebebasan akses kepada pihak luar yang tidak memiliki hubungan keluarga secara hukum.

Minola menegaskan bahwa masalah ini bukan didasari rasa cemburu terhadap pasangan baru mantan istrinya. Fokus utama Ruben adalah mencegah agar dirinya tidak menjadi asing di mata anak-anaknya akibat hilangnya waktu untuk saling mendekat.

Upaya Komunikasi dan Kesepakatan Hukum

Melalui panggilan video, Ruben Onsu menjelaskan bahwa dirinya sudah berusaha menjalin komunikasi sesuai kesepakatan pengadilan. Dalam perjanjian tersebut, Ruben seharusnya memiliki hak bertemu anak selama 3 hingga 4 hari setiap minggunya.

Ruben mengaku memiliki bukti atas upayanya untuk berkomunikasi namun tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Ia kini menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum untuk mencari solusi atau jalan tengah terkait pembagian waktu tersebut.

Persoalan Nafkah dan Aset Kendaraan

Konflik ini semakin memanas setelah pihak Sarwendah mengeluhkan penghentian nafkah yang telah berlangsung selama setengah tahun. Menanggapi hal itu, Ruben menyatakan siap mengambil alih tanggung jawab penuh membesarkan anak-anak jika pihak sana merasa keberatan.

Rangkuman sengketa antara Ruben Onsu dan Sarwendah:

Aspek Perselisihan Keterangan Pihak Ruben Keterangan Pihak Sarwendah
Hak Temu Anak Merasa dibatasi meski ada putusan 3-4 hari per minggu. Belum memberikan klarifikasi spesifik soal pembatasan.
Uang Nafkah Sengaja dihentikan sebagai bentuk protes akses anak. Mengaku membiayai sekolah dan les secara mandiri sejak akhir 2025.
Aset Mobil Masih dianggap sebagai bagian dari urusan Ruben. Didatangi debt collector karena tagihan yang belum lunas.

Tabel di atas merangkum poin-poin utama yang memicu perdebatan publik antara kedua pesohor tersebut. Masing-masing pihak memiliki argumentasi sendiri terkait tanggung jawab finansial dan hak asuh.

Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, juga membeberkan bahwa kliennya harus menghadapi debt collector terkait aset mobil milik Ruben. Sarwendah merasa dirugikan karena namanya terseret dalam penagihan yang sudah terjadi untuk kedua kalinya.

Selain masalah kendaraan, Abraham menegaskan bahwa Sarwendah telah menanggung seluruh biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak. Padahal, dalam akta perjanjian, Ruben sebelumnya berkomitmen untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga jenjang perguruan tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi