Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keduanya terlibat adu argumen mengenai urusan nafkah anak serta jadwal pertemuan dengan buah hati mereka.
Pihak Sarwendah melayangkan klaim bahwa Ruben Onsu telah menghentikan pemberian nafkah bagi kedua anak mereka. Menurut penjelasannya, aliran dana tersebut terputus sejak akhir tahun 2025 hingga saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan penjelasan berbeda. Ia mengungkapkan bahwa kliennya saat ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses bertemu dengan Thalia dan Thania.
Minola menyebutkan bahwa sebelumnya Ruben telah menjalankan kewajibannya dengan sangat baik. Bahkan, nominal yang dikeluarkan setiap bulannya mencapai ratusan juta rupiah untuk berbagai kebutuhan.
Rincian mengenai tanggung jawab yang selama ini dijalankan Ruben Onsu:
- Pemberian nafkah rutin yang menyentuh angka ratusan juta rupiah.
- Pemenuhan biaya operasional rumah tangga hingga ke detail terkecil.
- Pembayaran pengeluaran sekunder lainnya secara konsisten selama bertahun-tahun.
Pihak Ruben Onsu menekankan bahwa meski kewajiban finansial dipenuhi, hak untuk berkumpul dengan anak justru terhambat. Jadwal pertemuan dua hingga tiga hari dalam seminggu yang diharapkan ternyata tidak kunjung diberikan oleh pihak Sarwendah.
Tindakan Ruben yang menghentikan nafkah anak sejak enam bulan lalu disebut sebagai sebuah bentuk aksi protes. Hal ini dilakukan karena Ruben merasa hak asasinya sebagai seorang ayah untuk menemui anaknya tidak dihormati.
Minola Sebayang mempertanyakan reaksi Sarwendah yang baru-baru ini mulai mempersoalkan masalah nafkah tersebut. Ia menyayangkan tuduhan itu muncul padahal tanggung jawab finansial sudah dipenuhi Ruben dalam jangka waktu yang sangat lama.
Berikut adalah perbandingan situasi nafkah berdasarkan pernyataan dari kedua belah pihak:
| Aspek Perselisihan | Versi Sarwendah | Versi Ruben Onsu |
|---|---|---|
| Status Nafkah | Berhenti sejak akhir 2025. | Disetop sementara sebagai bentuk protes. |
| Hak Bertemu Anak | Tidak dijelaskan secara rinci. | Akses dibatasi dan sulit bertemu. |
| Durasi Kendala | Sudah berjalan selama 6 bulan. | Merasa hak kunjungan terus diabaikan. |
Tabel di atas merangkum poin-poin utama yang memicu ketegangan di antara keduanya dalam beberapa bulan terakhir. Kedua belah pihak memiliki argumen yang bertolak belakang mengenai penyebab terhentinya dukungan finansial tersebut.
Lebih lanjut, Minola membandingkan sikap kliennya dengan kasus perceraian lain di mana sang ayah kerap lepas tangan. Ia menegaskan bahwa Ruben tetaplah ayah yang peduli, terbukti dari kontribusinya yang melampaui ketentuan selama bertahun-tahun.
Pihak Ruben Onsu berharap agar persoalan ini tidak melupakan komitmen yang sudah ia bangun sejak lama. Ia meminta agar hak-haknya sebagai orang tua juga diperhatikan secara adil sebagaimana ia menjalankan kewajibannya.