Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengadakan pertemuan strategis dengan CEO Temasek, Dilhan Pillay Sandrasegara, di Singapura pada Jumat (24/4/2026). Diskusi tersebut difokuskan pada penguatan kemitraan sektor pertumbuhan hijau guna mendukung pembangunan berkelanjutan di tanah air.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan investasi Singapura ini bertujuan mengeksplorasi peluang di bidang energi terbarukan. Pemerintah berupaya menarik modal asing untuk mempercepat transisi energi nasional melalui kolaborasi strategis tersebut.
"Bersama CEO Temasek, Mr. Dilhan Pillay Sandrasegara, kami membahas perluasan kerja sama energi terbarukan, infrastruktur listrik lintas batas, serta pengembangan kawasan industri rendah karbon," tulis Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dalam unggahan di akun Instagram @rosanroeslani.
Pengembangan infrastruktur digital masa depan turut menjadi poin penting dalam pembicaraan tersebut. Rosan menegaskan bahwa pusat data atau data center nantinya akan didukung oleh pasokan listrik rendah emisi guna menjaga kelestarian lingkungan.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai tantangan ekonomi global dan situasi geopolitik saat ini. Rosan meyakini bahwa rekam jejak investasi Temasek di Indonesia menjadi dasar yang kuat untuk inisiatif-inisiatif transformasional ke depan.
"Ini akan memperkuat hilirisasi, meningkatkan daya saing ekspor, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri," terang Rosan Roeslani terkait dampak positif dari kolaborasi berkelanjutan tersebut.
Rencana perluasan investasi Temasek ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan agenda prioritas pemerintah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri manufaktur yang lebih bersih dan berorientasi pada nilai tambah tinggi di Indonesia.