Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kini berada di bawah bayang-bayang ancaman keamanan yang signifikan. Ketegangan geopolitik antara tuan rumah dengan sejumlah negara peserta, termasuk Iran, menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran para ahli.
Dilansir dari Suara, situasi politik luar negeri dan kebijakan domestik Amerika Serikat saat ini menciptakan lingkungan yang sangat sensitif bagi para pelancong mancanegara. Hal ini diprediksi akan memengaruhi persepsi keamanan internasional selama turnamen berlangsung.
Dylan Evans, Direktur Solusi Keamanan dari International SOS, menjelaskan bahwa sentimen global terhadap Amerika Serikat kini menjadi variabel penting dalam penilaian risiko perjalanan. Menurutnya, dampak yang paling terasa mungkin bukan serangan fisik secara langsung.
"Sentimen terhadap AS kini menjadi faktor tersendiri. Kombinasi ketegangan geopolitik dan kebijakan domestik menciptakan lingkungan yang lebih sensitif bagi pelancong internasional," kata Evans.
Evans memproyeksikan akan terjadi peningkatan pengawasan ketat di wilayah perbatasan serta tingginya sensitivitas para wisatawan. Selain itu, potensi aksi protes di berbagai kota besar yang menjadi lokasi pertandingan juga patut diwaspadai oleh pihak penyelenggara.
"Persepsi publik bisa berdampak lebih besar daripada risiko aktual dalam pengambilan keputusan perjalanan," ujar Evans.
Tantangan keamanan juga menyelimuti Meksiko sebagai salah satu tuan rumah pendamping. Gelombang kekerasan pasca operasi keamanan yang menewaskan pemimpin kartel, serta insiden penembakan di lokasi wisata, memperburuk citra risiko keamanan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kanada menghadapi kendala dari sisi logistik dan infrastruktur pendukung. Sistem layanan kesehatan publik di negara tersebut dikhawatirkan akan terbebani akibat lonjakan drastis jumlah pengunjung internasional selama periode kompetisi empat tahunan itu.
Lembaga intelijen Amerika Serikat turut mengeluarkan peringatan mengenai potensi peningkatan risiko terorisme. Peringatan ini membangkitkan memori publik terhadap upaya penggagalan serangan teror pada Piala Dunia 1998 di Prancis yang melibatkan jaringan internasional.
Intelijen memperingatkan bahwa ancaman teror dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap keamanan perhelatan ini. Fokus utama keamanan kini mencakup pengawasan ketat terhadap potensi gangguan yang dapat merusak citra internasional turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.