Dokter Bedah Plastik New York Soroti Risiko Filler Lemak Donor

Dokter Bedah Plastik New York Soroti Risiko Filler Lemak Donor
Foto: Ilustrasi Dokter Bedah Plastik New York Soroti Risiko Filler Lemak Donor.

Dunia estetika medis pada April 2026 ini mulai diramaikan oleh penggunaan produk filler berbahan jaringan lemak donor atau jenazah yang diklaim mampu membentuk volume tubuh secara instan. Prosedur yang melibatkan produk seperti Alloclae tersebut dilaporkan oleh New York Post sebagai inovasi dalam kedokteran regeneratif untuk memperbesar payudara hingga pinggul.

Metode ini berbeda dengan teknik konvensional fat grafting yang mengharuskan pengambilan lemak dari bagian tubuh pasien sendiri. Penggunaan lemak cadaver yang telah disterilkan dan dihilangkan DNA-nya dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan prosedur operasi besar untuk ekstraksi lemak mandiri, sebagaimana dilansir dari Wolipop.

Kendati menawarkan proses cepat tanpa anestesi umum, sejumlah praktisi medis menyatakan keberatan terhadap keamanan jangka panjang tren tersebut. Ahli bedah plastik yang berbasis di New York, Dr. Tommaso Addona, memberikan peringatan khusus mengenai penerapan metode ini pada area tubuh yang sensitif.

"ia masih belum nyaman menggunakan filler dari lemak donor, khususnya untuk area payudara" kata Tommaso Addona, Ahli Bedah Plastik.

Kekhawatiran utama para ahli terletak pada potensi kemunculan kista atau kalsifikasi akibat fat necrosis atau kematian jaringan lemak yang disuntikkan. Kondisi ini dapat mengganggu akurasi pemeriksaan kesehatan rutin seperti mammogram untuk deteksi kanker karena munculnya benjolan yang menyerupai gejala penyakit serius.

"false alarm" ujar Tommaso Addona, Ahli Bedah Plastik.

Hingga saat ini, sebagian besar studi awal terkait efektivitas filler lemak donor masih terbatas pada uji coba hewan dengan data klinis manusia yang sangat minim. Para ahli tetap menyarankan pasien untuk memilih metode konvensional yang sudah teruji keamanannya melalui penelitian bertahun-tahun daripada tergiur hasil instan di media sosial.

Artikel terkait

Rekomendasi