Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Super League 2025/2026 resmi berakhir dengan memunculkan barisan pesepak bola terbaik di setiap lini. Namun, susunan skuad impian yang diluncurkan oleh operator kompetisi iLeague langsung memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta lapangan hijau nasional.
Keputusan tersebut dinilai berani sekaligus memancing tanda tanya besar, seperti dilansir dari Suara. Sejumlah nama besar yang tampil konsisten di level internasional justru terlempar dari daftar bergengsi ini.
Kejutan paling mencolok terlihat di sektor pertahanan yang bersih dari sosok kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho. Padahal, bek tangguh tersebut merupakan pilar utama yang tidak tergantikan di lini belakang Timnas Indonesia.
Pihak operator justru mempercayakan satu slot lini belakang kepada Dony Tri Pamungkas yang juga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Penggawa Persija Jakarta tersebut bersanding dengan tiga bek tangguh lain, yaitu Catur Pamungkas, Federico Barba, dan Joao Ferarri.
Sementara itu, posisi penjaga gawang terbaik mutlak menjadi milik kiper utama Borneo FC, Nadeo Argawinata. Penampilan heroiknya di bawah mistar gawang sepanjang musim membuatnya tidak tergantikan oleh kiper lain.
Sektor tengah mengombinasikan kreativitas legiun asing dan gelandang naturalisasi. Thom Haye menjadi motor serangan ideal bersama Juan Villa dan gelandang lincah Francisco Rivera.
Lini depan menjadi panggung bagi para penyerang produktif yang konsisten meneror pertahanan lawan. Beckham Putra terpilih menemani dua penyerang asing yang tampil luar biasa sepanjang musim kompetisi bergulir.
David da Silva kembali membuktikan ketajamannya dengan menyabet gelar sepatu emas setelah mengemas 23 gol. Sementara itu, Mariano Peralta menguntit di posisi kedua daftar top skor dengan torehan 20 gol.
Performa impresif Peralta bersama Borneo FC tidak hanya membawanya masuk dalam jajaran penyerang terbaik. Pemain andalan Pesut Etam ini juga resmi dianugerahi gelar prestisius sebagai Pemain Terbaik Super League musim ini.
Penutupan kompetisi akhir pekan ini menjadi momentum evaluasi besar bagi perkembangan taktik sepak bola modern di Indonesia. Dinamika pemilihan ini memperlihatkan bahwa statistik performa di liga domestik kini jauh lebih menentukan.
Penentuan Best XI ini didasarkan pada performa konsisten para pemain selama semusim penuh. Rangkaian pertandingan panjang Super League 2025/2026 sendiri baru saja tuntas menggelar seluruh laga pamungkasnya pada Sabtu (23/5) sore WIB.
| Posisi | Nama Pemain | Klub |
|---|---|---|
| Kiper | Nadeo Argawinata | Borneo FC |
| Belakang | Catur Pamungkas | Persebaya Surabaya |
| Belakang | Federico Barba | Persib Bandung |
| Belakang | Joao Ferarri | Bali United |
| Belakang | Dony Tri Pamungkas | Persija Jakarta |
| Tengah | Juan Villa | Borneo FC |
| Tengah | Thom Haye | Persib Bandung |
| Tengah | Francisco Rivera | Persebaya Surabaya |
| Depan | Beckham Putra | Persib Bandung |
| Depan | David da Silva | Malut United |
| Depan | Mariano Peralta | Borneo FC |