Teka-teki mengenai masa depan Allano Lima di Persija Jakarta akhirnya menemui titik terang. Winger berbakat asal Brasil tersebut secara resmi mengumumkan keputusannya untuk menyudahi kerja sama dengan klub berjuluk Macan Kemayoran.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Allano Lima baru satu tahun memperkuat tim kebanggaan ibu kota tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, @allanolima07, ia menyampaikan salam perpisahan yang emosional pada Senin, 1 Juni 2026.
Pemain berusia 31 tahun itu menuliskan pesan menyentuh yang ditujukan khusus kepada manajemen klub dan para suporter setia, The Jakmania. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan yang telah diberikan selama ini.
Allano menyebutkan bahwa berpamitan dengan Persija merupakan salah satu momen tersulit yang pernah ia alami dalam perjalanan karier sepak bolanya. Baginya, mengenakan seragam oranye adalah sebuah kehormatan besar yang tidak akan pernah ia lupakan.
Kontribusi dan Statistik Allano Lima di Persija
Meskipun masa baktinya tergolong singkat, Allano Lima berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pilar terpenting di skuat Persija sepanjang musim lalu. Ia menjadi motor serangan yang sangat diandalkan dalam skema permainan tim.
Sepanjang kompetisi BRI Super League musim 2025/2026, pemain yang pernah merumput di liga papan atas Portugal dan Turki ini mencatatkan performa yang cukup impresif di atas lapangan hijau.
Berikut adalah rincian kontribusi Allano Lima selama membela Persija Jakarta di musim terakhirnya:- Tampil dalam 29 pertandingan resmi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
- Berhasil membukukan total 9 gol ke gawang lawan.
- Menyumbangkan 9 assist yang berbuah gol bagi rekan setimnya.
- Meraih predikat Man of the Match (MOTM) sebanyak 8 kali berkat performa gemilangnya.
Data tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran Allano dalam skema ofensif Persija. Ia tidak hanya tajam dalam penyelesaian akhir, tetapi juga piawai dalam memberikan umpan-umpan matang bagi penyerang lainnya.
Sisi Emosional dan Masalah Disiplin di Lapangan
Meski memiliki catatan teknis yang luar biasa, Allano Lima juga dikenal sebagai pemain yang cukup temperamental saat bertanding. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah kartu yang ia terima sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Berdasarkan catatan statistik Lapang Bola, Allano harus mengoleksi sebanyak 14 kartu kuning. Jumlah ini menempatkannya sebagai pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak kedua di liga, tepat di bawah gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya.
Persoalan kedisiplinan ini sempat menjadi sorotan tajam dari tim pelatih dan manajemen. Allano bahkan beberapa kali mendapatkan peringatan keras agar bisa lebih mengontrol emosinya demi kepentingan strategi tim di lapangan.
Walau demikian, kecintaan Allano terhadap suporter tetap tidak luntur. Ia memuji The Jakmania sebagai jiwa dari klub yang selalu memberikan energi positif dan cinta tanpa syarat dalam setiap pertandingan yang dilakoninya.
Alasan di Balik Kepergian dan Harapan Masa Depan
Dalam pesan perpisahannya, Allano menyiratkan bahwa keputusan untuk pergi sebenarnya bukanlah murni keinginannya sendiri. Ia mengaku merasa sedih karena perjalanannya bersama Persija harus terhenti di tengah jalan.
Allano mengungkapkan bahwa hasrat terbesarnya sebenarnya adalah bertahan dan terus berjuang demi meraih trofi juara bagi Macan Kemayoran. Namun, ia menekankan bahwa keputusan akhir terkait kontraknya tidak berada di bawah kendalinya.
Kepergian Allano ini bertepatan dengan kencangnya rumor yang mengaitkan Persija dengan Mariano Peralta. Winger asal Argentina yang membela Borneo FC Samarinda tersebut dikabarkan menjadi target utama untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Allano.
Sebagai perbandingan, berikut adalah data performa Allano Lima dan rumor kandidat penggantinya di musim lalu:| Kategori Statistik | Allano Lima (Persija) | Mariano Peralta (Borneo FC) |
|---|---|---|
| Jumlah Pertandingan | 29 Laga | 34 Laga |
| Total Gol | 9 Gol | 20 Gol |
| Total Assist | 9 Assist | 14 Assist |
| Kartu Kuning | 14 Kartu | - |
Statistik menunjukkan bahwa Mariano Peralta memang memiliki catatan yang lebih mentereng sebagai pemain terbaik liga musim lalu. Hal ini diduga menjadi salah satu pertimbangan strategis klub dalam melakukan perombakan skuat asing mereka.
Menutup pernyataannya, Allano memohon maaf kepada seluruh pendukung apabila selama ini dirinya pernah melakukan kesalahan. Ia juga merasa bersalah karena belum bisa mewujudkan mimpi besar membawa Persija menjuarai liga.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan usaha maksimal dan telah mengeluarkan seluruh kemampuannya hingga detik terakhir membela klub. Allano berjanji akan terus mendukung Persija sebagai suporter dari kejauhan.
Persija Jakarta kini harus segera bergerak cepat untuk mencari pengganti sepadan guna mengisi kekosongan di sektor sayap. Kehilangan pemain dengan kontribusi 18 poin gol tentu menjadi tantangan besar bagi manajemen dalam menyongsong musim depan.