Pelatih kepala tim nasional Belgia, Rudi Garcia, telah secara resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan memperkuat skuad "Setan Merah" dalam putaran final Piala Dunia 2026. Dalam pengumuman besar ini, Garcia melakukan perombakan yang cukup signifikan pada komposisi timnya.
Pelatih asal Prancis tersebut memilih untuk mengolaborasikan para pemain senior yang sudah berpengalaman dengan sejumlah talenta muda yang dinilai memiliki potensi besar. Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi FIFA, strategi yang diambil oleh Garcia ini cukup mengejutkan banyak pihak di dunia sepak bola.
Meskipun masih memberikan kepercayaan kepada beberapa pilar dari sisa "Generasi Emas", Garcia menunjukkan keberaniannya dengan tidak menyertakan beberapa nama besar. Padahal, para pemain yang dicoret tersebut saat ini sedang menjadi sorotan karena performa apik mereka di berbagai kompetisi elit Eropa.
Perpaduan Senior dan Junior di Skuad Setan Merah
Dalam daftar yang dirilis, Belgia dipastikan akan tetap mengandalkan sosok-sosok pemimpin di dalam ruang ganti untuk menjaga stabilitas tim. Nama-nama besar seperti penjaga gawang Thibaut Courtois dan gelandang jangkar Axel Witsel masih menjadi pilihan utama di lini pertahanan serta tengah.
Selain itu, lini serang Belgia juga diprediksi tetap tajam dengan kehadiran duet maut Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku yang sudah sangat berpengalaman. Kehadiran para pemain veteran ini dianggap sangat krusial, terutama sebagai pembimbing bagi para pemain muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer turnamen sebesar Piala Dunia.
Di sisi lain, Rudi Garcia juga membuka ruang bagi para talenta berbakat seperti Senne Lammens, Jeremy Doku, dan Charles De Ketelaere untuk unjuk gigi. Keputusan memasukkan nama-nama muda ini mencerminkan visi jangka panjang sang pelatih agar Belgia tetap kompetitif di level tertinggi sepak bola internasional.
Kejutan Besar: Pencoretan Openda dan Lavia
Namun, keputusan yang paling banyak mengundang perdebatan di kalangan penggemar adalah absennya beberapa pemain yang sebelumnya diprediksi akan masuk. Secara mengejutkan, penyerang produktif Lois Openda dan gelandang muda yang tengah bersinar, Romeo Lavia, justru tidak tercantum dalam daftar final.
Tak hanya mereka, sejumlah pemain berbakat lainnya juga harus memendam impian mereka untuk tampil di ajang bergengsi empat tahunan tersebut. Nama-nama seperti Matz Sels, Mandela Keita, Malick Fofana, Nathan De Cat, Arthur Vermeeren, hingga pemain muda Mika Godts resmi dipastikan tidak berangkat ke Piala Dunia 2026.
Pada fase grup nanti, Belgia tergabung ke dalam Grup G dan menempati posisi sebagai unggulan utama di atas kertas dibandingkan pesaing lainnya. Tim Setan Merah dijadwalkan akan bertarung sengit melawan timnas Mesir, Iran, serta Selandia Baru demi mengamankan tiket menuju babak sistem gugur.
Daftar lengkap komposisi pemain timnas Belgia untuk Piala Dunia 2026 adalah sebagai berikut:
| Posisi | Nama Pemain |
|---|---|
| Penjaga Gawang | Thibaut Courtois, Senne Lammens, Mike Penders |
| Pemain Bertahan (Bek) | Timothy Castagne, Zeno Debast, Maxim De Cuyper, Koni De Winter, Brandon Mechele, Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Joaquin Seys, Arthur Theate |
| Pemain Tengah (Gelandang) | Kevin De Bruyne, Amadou Onana, Nicolas Raskin, Youri Tielemans, Hans Vanaken, Axel Witsel |
| Pemain Depan (Penyerang) | Charles De Ketelaere, Jeremy Doku, Matias Fernandez Pardo, Romelu Lukaku, Dodi Lukebakio, Diego Moreira, Alexis Saelemaekers, Leandro Trossard |
Tabel di atas merinci 26 nama yang terpilih untuk mengisi empat lini utama tim nasional Belgia di bawah arahan pelatih Rudi Garcia. Terlihat adanya keseimbangan jumlah pemain antara bek, gelandang, dan penyerang untuk menghadapi intensitas turnamen yang tinggi.
Melalui komposisi pemain pilihan ini, Rudi Garcia kini mengemban tanggung jawab besar untuk membawa timnas Belgia melangkah lebih jauh dibandingkan edisi sebelumnya. Ia harus mampu membuktikan bahwa keputusannya untuk mencoret sejumlah pemain bintang adalah sebuah langkah strategis yang tepat bagi kesuksesan tim.
Para pendukung tentu berharap kolaborasi antara pemain senior dan talenta baru ini bisa memberikan kejutan di panggung dunia. Kini, fokus penuh tim akan tertuju pada persiapan taktis sebelum mereka memulai laga perdana di fase grup melawan pesaing-pesaing mereka.