Persis Solo tidak ingin membuang waktu setelah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Manajemen tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini mulai menyusun strategi matang untuk menyongsong musim kompetisi 2026/2027.
Meski tidak banyak melakukan publikasi, manajemen Persis Solo sebenarnya telah bergerak dalam senyap demi memperkuat fondasi tim. Fokus utama mereka saat ini adalah membangun struktur yang solid agar siap bersaing di kompetisi kasta kedua.
Pembentukan Dua Divisi Strategis
Langkah awal yang diambil oleh manajemen adalah memperkuat sektor teknis melalui pembentukan unit kerja khusus. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tim ke depannya didasarkan pada data yang akurat.
Aditya Rimbo, selaku Komisaris PT Persis Solo Saestu, membeberkan bahwa pihaknya telah membentuk dua divisi baru. Kedua divisi tersebut adalah divisi scouting atau pemanduan bakat serta divisi analis data.
Tugas utama dari dua divisi baru tersebut adalah sebagai berikut:
- Mengumpulkan data pemain secara komprehensif untuk kebutuhan transfer tim.
- Melakukan analisis mendalam mengenai kebutuhan teknis dan taktis skuad.
- Memberikan rekomendasi objektif berdasarkan performa pemain di lapangan.
- Membangun profil pemain yang sesuai dengan filosofi bermain Persis Solo.
Menurut Aditya Rimbo, kehadiran dua divisi ini sangat krusial sebagai landasan pergerakan manajemen dalam aspek taktikal. Melalui pendekatan berbasis data, diharapkan pembentukan skuad untuk musim depan menjadi lebih efektif.
Evaluasi dan Restrukturisasi Internal
Selain fokus pada pencarian pemain, manajemen Persis Solo juga sedang melakukan pembenahan di sektor internal. Proses ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja masing-masing bagian dalam organisasi klub.
Aditya Rimbo menjelaskan bahwa proses restrukturisasi manajemen tengah berjalan secara paralel dengan pembentukan tim teknis. Evaluasi performa menjadi acuan utama dalam menentukan perubahan yang diperlukan di tubuh manajemen.
Berikut adalah rangkuman langkah strategis manajemen Persis Solo saat ini:
| Aspek Pembenahan | Fokus Utama Kegiatan |
|---|---|
| Teknis Skuad | Pembentukan Divisi Scouting dan Analis Data. |
| Organisasi | Restrukturisasi internal berdasarkan evaluasi performa. |
| Komunikasi | Mempersiapkan presentasi kesiapan tim untuk suporter. |
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa manajemen tidak tinggal diam dalam masa libur kompetisi ini. Mereka berusaha memperbaiki segala kekurangan yang terjadi pada musim sebelumnya agar tidak terulang kembali.
Komunikasi dengan Pihak Suporter
Terkait desakan komunikasi dari para pendukung setia, pihak manajemen menyatakan sikap terbuka untuk berdialog. Namun, mereka meminta sedikit waktu agar kerangka tim yang sedang disusun bisa benar-benar matang terlebih dahulu.
Aditya Rimbo menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai undangan diskusi dari elemen suporter Laskar Sambernyawa. Baginya, masukan dari para pendukung sangat penting untuk kemajuan klub di masa depan.
Manajemen berjanji akan mempresentasikan kesiapan tim kepada suporter setelah semua rencana struktur sudah jelas. Hal ini dilakukan agar arah diskusi lebih terstruktur dan memberikan gambaran yang nyata mengenai masa depan klub.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama ini aktivitas manajemen belum banyak dipublikasikan ke ranah umum. Aditya meyakinkan bahwa sejak kompetisi usai, internal klub terus bekerja keras melakukan berbagai perbaikan.
Tantangan Regulasi di Kasta Kedua
Turunnya Persis Solo ke kasta kedua atau ajang Championship musim 2026/2027 membawa konsekuensi pada perubahan komposisi tim. Terdapat aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi, terutama mengenai lisensi pelatih dan kuota pemain.
Salah satu aturan yang cukup berdampak adalah kewajiban menggunakan pelatih lokal dengan lisensi minimal A AFC. Ketentuan ini membuat Persis Solo dipastikan tidak bisa lagi menggunakan jasa Milomir Seslija sebagai nakhoda tim.
Beberapa penyesuaian regulasi yang akan dihadapi Persis Solo antara lain:
- Kewajiban penggunaan pelatih kepala lokal dengan lisensi A AFC.
- Pengurangan kuota pemain asing dibandingkan dengan regulasi di kasta tertinggi.
- Perubahan komposisi pemain lokal yang harus memenuhi syarat usia tertentu jika ada.
- Ketentuan infrastruktur dan administrasi kompetisi yang berbeda dari sebelumnya.
Selain masalah pelatih, tantangan lain adalah potensi kehilangan sejumlah pemain kunci yang ingin tetap bermain di kasta tertinggi. Manajemen harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan pemain pilar agar tetap bertahan demi misi promosi kembali.
Meski banyak tantangan yang mengadang, dukungan dan doa dari masyarakat Solo tetap menjadi modal utama bagi manajemen. Mereka optimis pembenahan yang dilakukan saat ini akan membuahkan hasil positif pada musim kompetisi mendatang.