Bali United secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan penyerang sayap senior mereka, Muhammad Rahmat. Keputusan ini diambil tepat setelah tuntasnya kompetisi kasta tertinggi BRI Super League musim 2025/2026.
Kabar perpisahan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak klub pada Sabtu (30/5/2026). Rahmat meninggalkan Stadion Kapten I Wayan Dipta setelah enam tahun mendedikasikan kariernya bersama tim kebanggaan masyarakat Bali tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang diberikan sang pemain. Ia berterima kasih atas segala perjuangan dan prestasi yang telah diukir Rahmat selama berseragam Serdadu Tridatu.
Rahmat pertama kali bergabung dengan skuad asal Gianyar ini pada awal musim 2020 silam. Saat itu, ia diproyeksikan untuk memperkuat tim dalam mengarungi ketatnya persaingan Liga 1 dan ajang Liga Champions Asia.
Namun, awal perjalanannya tidaklah mudah karena kompetisi domestik dan internasional sempat terhenti total. Hal ini disebabkan oleh situasi pandemi global yang memaksa seluruh agenda sepak bola vakum untuk sementara waktu.
Kesabaran pemain berusia 38 tahun tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada musim berikutnya. Rahmat menjadi bagian penting dari sejarah besar klub saat berhasil mempertahankan gelar juara nasional.
Ia tercatat aktif berkontribusi dalam perjalanan Bali United meraih takhta juara Liga 1 Indonesia musim 2021/2022. Gelar tersebut sekaligus mengukuhkan status Bali United sebagai tim yang mampu meraih predikat kampiun secara beruntun.
Rangkuman performa dan statistik Muhammad Rahmat selama membela Bali United:
- Total Kontribusi Gol: Mencetak 27 gol ke gawang lawan dalam berbagai ajang resmi.
- Catatan Assist: Memberikan 10 umpan matang yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh rekan setimnya.
- Total Penampilan: Mencatatkan partisipasi sebanyak 47 pertandingan resmi bersama klub.
- Prestasi Utama: Membawa trofi juara Liga 1 Indonesia musim 2021/2022 ke Pulau Dewata.
Statistik di atas menunjukkan betapa efektifnya peran pemain dengan tinggi badan 173 centimeter ini di lini serang. Meski memasuki usia senja bagi seorang atlet, Rahmat tetap menunjukkan konsistensi yang luar biasa.
Dalam momen perpisahan ini, mantan pemain PSM Makassar tersebut turut menyampaikan pesan emosional kepada seluruh keluarga besar klub. Ia merasa sangat bersyukur atas segala kesempatan dan kebahagiaan yang didapat selama berada di Bali.
Rahmat mengungkapkan rasa terima kasihnya mulai dari pemilik klub, jajaran manajemen, hingga seluruh ofisial tim. Ia menilai bahwa pertemuan dan perpisahan adalah hal yang wajar dalam dunia sepak bola profesional.
Tidak lupa, ia juga menyapa para suporter setia Serdadu Tridatu yang selalu memberikan dukungan tanpa henti. Menurutnya, Bali United telah memberikan memori indah yang akan selalu ia kenang sepanjang hidupnya.