Gelandang muda andalan Persija Jakarta, Rayhan Hannan, kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat Timnas Indonesia senior. Pemanggilan ini disiapkan untuk menghadapi dua laga krusial dalam agenda FIFA Matchday mendatang.
Sesuai jadwal, skuad Garuda akan menjamu Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan internasional tersebut rencananya bakal digelar pada tanggal 5 dan 9 Juni 2026.
Antusiasme Hannan Berlatih Bersama Pemain Diaspora
Rayhan Hannan mengaku sangat bersemangat bisa kembali bergabung dengan tim nasional di bawah asuhan pelatih John Herdman. Pemain berusia 22 tahun ini merasa bersyukur bisa berada dalam satu tim dengan deretan pemain diaspora berkualitas.
Menurut Hannan, kesempatan ini menjadi sarana belajar yang sangat berharga bagi perkembangan karier sepak bolanya. Ia menilai kehadiran para pemain yang merumput di luar negeri memberikan perspektif dan ilmu baru baginya.
Hannan juga sempat menceritakan perjalanan kariernya bersama Persija Jakarta yang sempat mengalami pasang surut di awal musim. Meski sempat memulai kompetisi dengan lambat, ia berhasil bangkit dan menemukan performa terbaiknya sejak Maret lalu.
Dalam 10 pertandingan terakhir bersama Macan Kemayoran, Hannan tercatat hampir selalu menjadi pilihan utama sebagai starter. Dari rentetan laga tersebut, ia sukses menyumbangkan total tiga gol dan satu assist bagi timnya.
Berikut adalah statistik impresif Rayhan Hannan dalam 10 laga terakhirnya di Liga :
| Kategori Performa | Catatan Statistik |
|---|---|
| Jumlah Pertandingan | 10 Laga |
| Menjadi Starter | 9 Kali |
| Gol yang Dicetak | 3 Gol |
| Umpan Gol (Assist) | 1 Assist |
Data di atas menunjukkan konsistensi Hannan yang mulai stabil di level klub sebelum akhirnya dipanggil kembali ke tim nasional. Kerja kerasnya di lapangan menjadi kunci utama ia kembali dilirik oleh jajaran pelatih Timnas Indonesia.
Alasan John Herdman Panggil Gelandang Persija
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan alasan kuat di balik keputusannya menyertakan nama Hannan ke dalam skuad. Herdman menilai sang pemain memiliki atribut fisik, teknis, dan taktis yang sangat spesifik dan dibutuhkan tim.
Salah satu poin plus yang menonjol dari Hannan adalah intensitas pressing yang sangat tinggi selama pertandingan berlangsung. Gaya bermain agresif tersebut dinilai sangat cocok dengan identitas permainan yang ingin diterapkan oleh Herdman.
Selain itu, kemampuan Hannan dalam mencari ruang di antara lini lawan dan memecah pertahanan musuh dianggap sudah berada di level yang mumpuni. Hal ini menjadi aset penting bagi strategi penyerangan skuad Garuda.
Kini, Herdman ingin menguji ketangguhan Hannan saat harus berhadapan dengan bek-bek tangguh seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks di sesi latihan. Ujian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sang gelandang muda mampu beradaptasi dengan level permainan yang lebih tinggi.
Poin penting terkait riwayat dan potensi Rayhan Hannan di Timnas Indonesia :
- Telah mengoleksi tiga caps internasional sejak debutnya di Piala AFF pada Desember 2024.
- Dikenal memiliki kemampuan adaptasi taktis yang cepat di bawah arahan pelatih berbeda.
- Menjadi salah satu prospek gelandang masa depan yang konsisten di kompetisi domestik.
- Berpotensi menambah jam terbang internasional jika diturunkan dalam dua laga FIFA Matchday Juni 2026.
Jika nantinya diberikan menit bermain melawan Oman atau Mozambik, catatan penampilan internasional Hannan tentu akan semakin bertambah. Semua pihak berharap ia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi prestasi sepak bola Indonesia di kancah dunia.