Putra mendiang aktor Epy Kusnandar, Quentin Stanislavski Kusnandar, memberikan tanggapan terkait tindakan hukum ibunya, Karina Ranau, yang melaporkan seorang warganet ke Polres Metro Jakarta Selatan. Pelaporan tersebut dipicu oleh unggahan komentar kasar yang dinilai melampaui batas pada Kamis (15/5/2026) malam.
Dilansir dari Detik Hot, perselisihan ini bermula ketika seorang netizen meninggalkan komentar negatif pada unggahan perayaan ulang tahun Quentin yang ke-17. Quentin menyatakan perasaan sedihnya atas tindakan tidak menyenangkan tersebut di tengah momen spesialnya.
"Sedih, cuma ya apalagi aku kan enggak bisa ngapa-ngapain, belum bisa bertindak apa-apa," kata Quentin di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2026) malam.
Remaja tersebut menjelaskan bahwa ibunya merupakan pihak yang selalu mengambil inisiatif lebih dulu dalam menghadapi persoalan di ranah publik. Quentin mengaku memiliki kecenderungan untuk menghindari konflik dan merasa iba terhadap pelaku perundungan digital tersebut.
"Jadi biasanya kalau ngerasain hal yang sama-sama Bunda, Bunda yang gerak duluan gitu. Aku lebih kasihan sih sama orang-orang kayak gitu, aku juga sebenarnya nggak mau tahu juga siapa yang komen begitu," ungkap Quentin.
Motivasi Quentin dalam menyikapi situasi ini lebih didasari oleh keinginan untuk memberikan dukungan moral kepada sang ibu. Ia merasa tidak ada urgensi untuk membalas komentar negatif yang ditujukan kepadanya secara langsung.
"Aku lebih kepengin bela-belain buru-buru ke tempat Bunda soalnya ya soalnya nggak ada rasanya juga buat komen negatif gitu," ujar Quentin.
Selain membahas mengenai kasus hukum, Quentin turut mengenang tradisi ulang tahun saat sang ayah masih hidup. Meskipun tidak pernah menggelar pesta besar, kehadiran sosok ayahnya menjadi kenangan yang paling membekas dalam setiap peringatan hari lahirnya.
"Aku tuh nggak pernah ya ulang tahun bikin acara gitu kan, dari dulu emang nggak pernah. Cuma... biasanya setiap aku ulang tahun pasti, pasti Papi nyempetin gitu nge-surprisein, udah pasti bawain kuelah, apalah gitu. Terus nggak, nggak pernah ada acara kayak teman-teman yang lain gitu, tapi ya soalnya aku juga mikir buat apa sih acara-acara kayak gitu," beber Quentin.
Kehilangan sosok ayah sangat dirasakan Quentin, terutama dalam aktivitas kesehariannya dan persiapan karier di dunia seni peran. Ia kini harus belajar mandiri dalam mendalami karakter film tanpa bimbingan langsung dari mendiang ayahnya.
"Ya kehadirannya aja sih. Soalnya kalau misalnya ada Papi juga dia suka diam aja, yang penting adalah. Kalau misalnya aku nanya sesuatu apalagi ini mau syuting kan, yang biasanya mendalami peran yang didapat biasanya ditolongin, kali ini ya coba-coba sendiri gitu," tutup Quentin.