Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya untuk mencopot Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama apabila terbukti bersalah dalam persidangan dugaan kasus suap, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta sebagai respons atas munculnya nama Djaka dalam persidangan kasus suap impor barang palsu PT Blueray Cargo, dilansir dari Money.
Purbaya menjelaskan bahwa komunikasi harian terus berjalan dengan bawahannya tersebut dan menegaskan bahwa dirinya memahami situasi yang sedang terjadi.
"Kan Pak Djaka dengan saya komunikasi setiap hari. Tapi yang jelas saya ngerti apa yang terjadi," ujar Purbaya saat ditanya apakah sudah berkomunikasi dengan Djaka, saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Purbaya tidak memaparkan lebih rinci perihal kejelasan dari situasi yang dia maksud, melainkan memilih untuk tetap menghormati jalannya proses hukum di pengadilan.
"Kalau persidangan saya enggak ikut campur, saya lihat saja seperti apa hasilnya kan. Kalau orang nuduh bisa saja, tapi kalau terbukti ya sudah," kata Purbaya.
Komitmen pencopotan jabatan ini juga menjadi bentuk kepatuhan terhadap instruksi dari Presiden Prabowo Subianto terkait penegakan hukum bagi pejabat yang melakukan pelanggaran.
"Harusnya iya (dicopot), kalau terbukti ya," ucap Purbaya.
Kasus ini bermula dari upaya pemilik PT Blueray, John Field, untuk meloloskan barang-barang KW tanpa pemeriksaan di pabean pada Oktober 2025 yang kemudian berujung pada penetapan sejumlah tersangka oleh KPK.
Nama Djaka Budi Utama ikut terseret setelah disebut menghadiri pertemuan tertutup bersama mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal dan John Field di Hotel Borobudur pada 22 Juli 2025.
Dalam persidangan, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Orlando Hamonangan alias Ocoy mengaku mendapat perintah untuk memfasilitasi pertemuan tersebut.
"Jadi disampaikan bahwa tadi 'kamu hubungi Pak John supaya nanti datang ke Hotel Borobudur. Nanti ketemu sama Pak Dirjen, Pak Djaka, kemudian Pak Rizal sama Pak Sisprian, begitukah?," kata JPU menanyakan.
Ocoy menyatakan tidak mengetahui tujuan utama dari pembicaraan tertutup yang melibatkan para petinggi Bea Cukai dan pihak swasta tersebut.
"Memang di pertemuan itu hanya enam mata. Ada Pak Djaka, Pak Rizal, Pak John, tanpa ada Pak Sisprian di momen itu?" tanya JPU.