Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
Foto: Ilustrasi Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menyentuh angka 10.000 pada tahun ini. Proyeksi tersebut tetap optimis meskipun kondisi pasar saat ini sedang mengalami tren pelemahan.

Dilansir dari Detik Finance, laju indeks domestik memang terpantau tertekan sepanjang hari perdagangan. Namun, fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih kokoh menjadi alasan kuat di balik target optimistis tersebut.

Purbaya menilai bahwa capaian titik tertinggi di level 10.000 sangat mungkin terjadi karena ditopang oleh kondisi ekonomi Indonesia yang sehat. Ia menganggap fluktuasi yang terjadi saat ini sebagai dinamika pasar yang wajar.

"Bisa lah, ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonominya fundamentalnya bagus, nanti naik cepat," ujar Purbaya di Gedung BPKP Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Pemerintah saat ini memilih untuk fokus pada upaya menjaga stabilitas dan kualitas perekonomian secara makro. Menurutnya, pergerakan indeks saham nantinya akan menyesuaikan diri secara natural dengan kondisi fundamental tersebut.

"Makanya fokus saya adalah jaga itu, bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya," kata Purbaya.

Rangkuman Data Perdagangan Bursa

Berdasarkan data perdagangan pada hari ini, IHSG justru menunjukkan performa yang kurang menggembirakan dengan bergerak di zona merah sepanjang sesi. Indeks harus ditutup pada level 7.100-an setelah mengalami tekanan jual yang cukup masif.

Merujuk pada data RTI Business, IHSG terkoreksi cukup dalam sebesar 3,38 persen dan parkir di level 7.129,4. Pada pembukaan pagi, indeks sebenarnya sempat berada di posisi 7.378,0 dengan titik tertinggi harian mencapai 7.383,4.

Aktivitas pasar mencatatkan volume transaksi yang mencapai 47.128 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang dibukukan sebesar Rp 24.338 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 2.685.047 kali sepanjang hari ini.

Kondisi pasar didominasi oleh saham-saham yang berguguran, di mana hanya 83 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 670 saham terpantau melemah, sementara 62 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Tren Penurunan Jangka Menengah

Pelemahan ini tidak hanya terjadi dalam skala harian, namun juga mencerminkan tren negatif dalam beberapa periode terakhir. Dalam satu pekan terakhir saja, indeks saham nasional sudah merosot hingga 6,61 persen.

Penurunan juga terlihat pada periode bulanan yang terkoreksi sebesar 0,48 persen. Tekanan lebih berat terlihat pada periode tiga bulanan dengan pelemahan mencapai 19,76 persen, serta koreksi 12,73 persen dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi