Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan perombakan jabatan eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat, 24 April 2026. Langkah ini mencakup pencopotan Dirjen Anggaran Luky Alfirman serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Pergantian kepemimpinan di dua direktorat jenderal strategis tersebut diklaim sebagai langkah rutin yang lazim terjadi di internal kementerian. Dilansir dari Money, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada persoalan krusial yang melatarbelakangi keputusan pemecatan tersebut.
"Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun puter, berapa tahun puter, jadi enggak ada yang istimewa di situ," kata Purbaya dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan.
Menteri Keuangan juga telah menunjuk sejumlah Pelaksana Harian (Plh) untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut agar operasional kementerian tetap berjalan. Sudarto yang merupakan Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara ditunjuk menjadi Plh Dirjen Anggaran, sementara posisi Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal diisi oleh Ferry Ardianto.
"Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan," ucap Purbaya mengenai kompetensi para pejabat sementara tersebut.
Selain penggantian Luky dan Febrio, kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) yang sebelumnya dijabat Masyita Crystallin juga mengalami perubahan. Purbaya menunjuk Herman Saheruddin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) untuk posisi tersebut setelah Masyita pindah tugas ke PT Danantara Investment Management (Persero).
Purbaya mengonfirmasi bahwa Herman Saheruddin nantinya akan dilantik secara resmi sebagai pejabat definitif untuk memimpin Direktorat Jenderal SPSK. Proses ini sedang dalam tahap administrasi untuk mendapatkan pengesahan dari kepala negara.
"Calon pejabat barunya dia (Herman), tinggal nunggu surat prosesnya saja, proses suratnya," kata Purbaya.
Seluruh daftar kandidat pejabat baru eselon I tersebut rencananya akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan akhir. Menteri Keuangan menargetkan seluruh proses transisi jabatan strategis ini dapat diselesaikan sepenuhnya dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
ÔÇ£Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,ÔÇØ terangnya.
Sebelum rotasi ini, Febrio Nathan Kacaribu telah mengemban amanah baru sebagai Komisaris Non Independen di PT Bank Negara Indonesia Tbk sejak 17 April 2026. Penunjukan tersebut tertuang dalam keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikomunikasikan secara resmi melalui keterbukaan informasi BNI pada Rabu, 22 April 2026.
Sementara itu, Luky Alfirman merupakan birokrat senior yang telah meniti karier di Kemenkeu sejak Maret 1995. Sebelum menjabat sebagai Dirjen Anggaran pada Mei 2025, Luky tercatat pernah memimpin Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.