PUMA Gelar Deviate Route Tantang Pelari Taklukkan Rute Urban Jakarta

PUMA Gelar Deviate Route Tantang Pelari Taklukkan Rute Urban Jakarta
Foto: Ilustrasi PUMA Gelar Deviate Route Tantang Pelari Taklukkan Rute Urban Jakarta.

PUMA meluncurkan pengalaman lari kompetitif yang berbeda melalui ajang Deviate Route di Jakarta. Acara ini merupakan tantangan lari urban sejauh 5K yang dirancang untuk melampaui konsep balap lari konvensional di jalan raya.

Dikutip dari Medcom, peserta diajak menghadapi lintasan yang sangat dinamis dan penuh hambatan. Rute ini tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga menuntut kemampuan adaptasi peserta terhadap lingkungan perkotaan yang tidak terduga.

Lintasan lari mencakup berbagai medan, mulai dari gang-gang sempit, tanjakan tangga, hingga area terbuka untuk melakukan sprint. Seluruh segmen dalam tantangan ini bertujuan untuk menguji strategi serta kontrol ritme jantung dan kaki para pelari.

Penyelenggaraan event ini merupakan bagian integral dari kampanye peluncuran PUMA Deviate 4. Sepatu lari terbaru dari PUMA ini dirancang secara khusus untuk kebutuhan latihan kecepatan (speed training) maupun digunakan saat hari pertandingan (race day).

Teamhead Marketing PUMA Indonesia, Rachmat B. Trilaksono, menjelaskan bahwa tren olahraga lari saat ini telah mengalami pergeseran. Menurutnya, pelari kini tidak hanya fokus pada pencapaian catatan waktu atau pace semata.

"Melalui Deviate Route, kami ingin menunjukkan bahwa berlari cepat bukan hanya soal angka di pace, tapi juga tentang bagaimana pelari berani menghadapi rute yang tidak biasa dan terus mencari tantangan baru," ujar Rachmat.

Rachmat menambahkan bahwa semangat utama dari seri Deviate 4 adalah memotivasi para atlet dan penghobi lari untuk keluar dari zona nyaman. Ia berharap pelari dapat menemukan keseruan baru dalam pengalaman berlari yang penuh kejutan.

Rute dan Format Kompetisi di Kebayoran Baru

Lokasi Deviate Route mengambil tempat di kawasan strategis Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jalur sepanjang 5 kilometer tersebut dimulai dari Jalan Lauser, kemudian melintasi Barito, Melawai Raya, Pattimura, Sisingamangaraja, dan berakhir di titik semula.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai komunitas lari serta jurnalis dengan dua pilihan format perlombaan. Peserta dapat memilih Individual Race untuk menguji performa pribadi atau Community Relay Race yang menekankan pada strategi serta kekompakan tim dalam estafet.

Untuk memastikan akurasi hasil dan pelacakan jalur, pihak penyelenggara mewajibkan setiap peserta merekam aktivitas lari mereka. Seluruh data lari harus tercatat secara digital menggunakan aplikasi Strava selama kompetisi berlangsung.

Aktor sekaligus penggiat olahraga, Ibnu Jamil, turut memberikan testimoni setelah menjajal rute menantang tersebut. Ia mengaku konsep dinamis yang ditawarkan membuat pengalaman berlari menjadi jauh lebih menarik dibandingkan lomba lari jalanan pada umumnya.

"Justru tantangan seperti ini yang bikin saya lebih excited, karena setiap segmen terasa seperti mengajak kita untuk terus berkembang dan keluar dari kebiasaan saat latihan atau race," kata Ibnu Jamil.

Spesifikasi Teknis PUMA Deviate 4

Peserta yang hadir dalam ajang ini juga mendapatkan kesempatan eksklusif untuk menguji performa teknis dari PUMA Deviate 4. Sepatu ini menonjolkan karakteristik ringan dan responsif melalui perpaduan bantalan yang empuk namun tetap stabil.

Desainnya mengedepankan efisiensi dorongan guna mendukung performa pelari di berbagai jenis permukaan lintasan. Dari sisi teknis, sepatu ini memiliki profil tinggi stack sebesar 38 mm pada bagian belakang dan 30 mm di bagian depan.

Sepatu dengan drop 8 mm ini memiliki bobot yang cukup ringan, yakni sekitar 250 gram. Di pasar Indonesia, PUMA Deviate 4 ditawarkan dengan harga resmi Rp2.599.000 untuk para pencinta lari.

Artikel terkait

Rekomendasi