Puan Maharani Desak Antisipasi Pelemahan Rupiah Dekati Rp 17.500

Puan Maharani Desak Antisipasi Pelemahan Rupiah Dekati Rp 17.500
Foto: Ilustrasi Puan Maharani Desak Antisipasi Pelemahan Rupiah Dekati Rp 17.500.

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah dan Bank Indonesia segera mengambil langkah antisipasi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh level Rp 17.500 per dollar Amerika Serikat pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diperlukan guna mencegah dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan tren penurunan signifikan dengan dibuka pada posisi Rp 17.479 per dollar AS, berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Nasional. Angka tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 0,37 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.414 per dollar AS.

Puan menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga untuk memitigasi tekanan mata uang yang kian meningkat. Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung DPR RI sebagai respons atas fluktuasi pasar keuangan global.

"Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," kata Puan Maharani, Ketua DPR RI.

DPR RI juga berencana mengintegrasikan isu pelemahan nilai tukar ini ke dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Agenda tersebut merupakan tahap krusial dalam penyusunan APBN 2027 mendatang.

"Dan pada sidang ke depan ini DPR juga akan masuk dalam pembahasan KEM-PPKF yaitu APBN 2027. Karena itu, itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," kata Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Politikus PDI-P tersebut mengamati bahwa tekanan terhadap mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan dinamika ekonomi global yang sedang bergejolak.

"Bagaimana dengan situasi global, ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk," kata Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Pemerintah diharapkan sudah memiliki strategi matang untuk jangka panjang. Puan menekankan bahwa langkah pencegahan harus dipersiapkan sejak dini agar dampaknya tidak meluas ke tahun-tahun berikutnya.

"Jadi harus diantisipasi sejak awal bukan hanya tahun ini tapi juga sampai tahun 2025," ujar Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Pelemahan mata uang ini tercatat terjadi di hampir seluruh kawasan Asia. Won Korea Selatan memimpin pelemahan dengan koreksi 0,89 persen, diikuti peso Filipina sebesar 0,48 persen, dan baht Thailand yang turun 0,30 persen.

Kinerja Mata Uang Asia Terhadap Dollar AS (12/5/2026)
Mata UangPersentase Pelemahan
Won Korea Selatan0,89%
Peso Filipina0,48%
Rupiah Indonesia0,37%
Baht Thailand0,30%
Yen Jepang0,22%
Ringgit Malaysia0,21%
Dollar Singapura0,17%
Dollar Taiwan0,03%

Data perdagangan menunjukkan pelemahan rupiah ini sejalan dengan tren penguatan dollar AS terhadap mayoritas mata uang utama di Asia. Yen Jepang dan ringgit Malaysia turut terdepresiasi masing-masing sebesar 0,22 persen dan 0,21 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi