PT BYD Motor Indonesia merekomendasikan penggunaan bahan bakar minyak dengan oktan minimal RON 92 untuk mobil keluarga berteknologi plug-in hybrid electric vehicle terbaru mereka, M6 DM, yang resmi diperkenalkan di Indonesia pada Senin (18/5/2026).
Rekomendasi tersebut ditujukan agar performa dan efisiensi mesin kendaraan tujuh penumpang ini tetap berada pada tingkat optimal, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Pabrikan otomotif tersebut juga berencana menyematkan informasi batas minimum oktan itu pada unit kendaraan.
"Meski kompresinya cukup tinggi, mobil sudah memiliki pendinginan yang memadai dan secara mobilnya RON 92. Nanti di mobilnya juga akan kita tuliskan minimum RON tersebut," ujar Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.
Kebutuhan bahan bakar beroktan tinggi pada M6 DM dipicu oleh penggunaan mesin bensin 1.500 cc yang memiliki rasio kompresi sangat tinggi, yakni mencapai 16:1. Ketentuan ini diperlukan guna memastikan proses pembakaran berlangsung secara sempurna sekaligus menjaga daya tahan komponen mesin dalam jangka panjang.
Kendaraan ini mengadopsi teknologi DM-i 5.0 atau Dual Mode Intelligent yang memprioritaskan motor listrik sebagai penggerak roda utama. Konsep ini membedakan M6 DM dengan sistem hybrid konvensional karena mesin bensin lebih difungsikan sebagai penyuplai energi listrik dan penyokong efisiensi pada kecepatan tertentu.
"Hasilnya adalah akselerasi instan, suara kabin lebih senyap, dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien," kata Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.
Sistem penggerak mobil ini beroperasi dalam beberapa mode, termasuk mode EV murni saat melaju di area perkotaan dengan kondisi mesin bensin mati. Mode hybrid seri aktif pada kecepatan menengah untuk menyuplai listrik ke motor, sedangkan mesin akan terhubung langsung ke roda pada kecepatan jalan tol, serta bekerja bersamaan dalam mode parallel hybrid saat membutuhkan tenaga besar.
Secara spesifikasi teknis, mesin 1.5 liter pada BYD M6 DM menghasilkan tenaga sebesar 72 kW atau setara 96,5 dk dengan torsi maksimal 125 Nm. Sistem ini didukung oleh motor EHS 5.0 berkekuatan hingga 15.000 rpm serta sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 yang meningkatkan kapasitas komputasi chip hingga 146 persen.
Mobil ini juga dilengkapi sistem manajemen termal yang diklaim mampu menghemat energi hingga 10 persen pada suhu tinggi, serta Blade Battery yang tahan kondisi ekstrem. Melalui seluruh integrasi teknologi tersebut, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar rata-rata M6 DM mampu menyentuh angka 65 kilometer per liter.